Makin Gawat, WHO Naikkan Risiko Bahaya Virus Corona ke Level Maksimum

  • Whatsapp
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kanan).

INDOPOLITIKA.COM – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization  (WHO) pada Jumat, (28/2/2020) menaikkan penilaian risiko global dari virus corona baru ke tingkat tertinggi setelah epidemi ini menyebar dengan cepat hingga ke Afrika dan menyebabkan pasar keuangan jatuh.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengutip Arabnews, mengatakan risiko dinaikkan ke level maksimum, karena terus meningkatnya kasus dan jumlah negara baru yang terpengaruh dalam beberapa hari terakhir. “Perkembangan ini jelas memprihatinkan,” kata Tedros kepada wartawan di Jenewa.

Bacaan Lainnya

“Kami masih memiliki peluang untuk menangkal virus ini, jika tindakan yang kuat diambil untuk mendeteksi kasus lebih awal, mengisolasi dan merawat pasien dan melacak kontak,” tambahnya.

Virus ini telah mewabah di seluruh dunia selama sepekan terakhir, dan bahkan muncul di setiap benua kecuali Antartika. Akibatnya, mendorong banyak pemerintah dan pelaku bisnis mencoba untuk menghentikan warganya bepergian atau berkumpul di tempat ramai.

Contohnya, Swiss menjadi negara terbaru yang mengumumkan tindakan penangguhan drastis menghadiri semua acara dengan lebih dari 1.000 peserta hingga 15 Maret. Larangan itu memaksa Geneva International Motor Show yang akan dimulai minggu depan dibatalkan. Selain itu, perayaan karnaval, konser music rock, dan pameran dagang juga harus dibatalkan.

Virus ini telah menewaskan lebih dari 2.800 orang dan menginfeksi lebih dari 83.000 di seluruh dunia – sebagian besar di Cina – sejak virus itu muncul dari pasar hewan di sebuah kota di Cina tengah pada akhir Desember.

Jumlah kematian dan infeksi baru telah mereda di Tiongkok, setelah upaya karantina yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan cara mengisolasi puluhan juta orang di kota-kota yang paling parah dilanda virus.

Tetapi infeksi di tempat lain sudah mulai melonjak. Contohnya, Iran, Italia dan Korea Selatan menjadi hotspot utama baru dan kasus dikonfirmasi di sekitar 50 negara. “Kami melihat sejumlah negara berjuang dengan penahanan,” kata Michael Ryan, Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO.

WHO telah menyuarakan keprihatinan khusus tentang kesiapan Afrika, memperingatkan bahwa sistem perawatan kesehatan di benua itu tidak diperlengkapi untuk menanggapi epidemi COVID-19.

Pasar saham di seluruh dunia anjlok minggu ini karena semakin jelas bahwa virus ini akan berdampak besar pada ekonomi global. “Pasar saham sedang menuju masa terburuknya minggu-minggu ini, sejak krisis keuangan global,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di kelompok perdagangan Oanda.

Beberapa perusahaan mengatakan mereka memperkirakan virus akan memukul pendapatan mereka karena melemahnya permintaan. Harga minyak juga turun empat persen ke level terendah selama lebih dari setahun.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *