Internasional

Malaysia Cari Dua WNI untuk Bersaksi dalam Kasus Kim Jong-nam

Kim Jong-nam saat berada di Tokyo, Jepang, Mei 2001. (Foto: AFP)

Kuala Lumpur: Kepolisian Malaysia mencari dua wanita asal Indonesia untuk hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus pembunuhan Kim Jong-nam, saudara dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Dalam pernyataan Kepolisian Malaysia, seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu 2 September 2018, disebutkan bahwa dua wanita yang sedang dicari itu bernama Raisa Rinda Salma, 24, dan Dessy Meyrisinta, 33. 

Posisi terakhir keduanya adalah sebuah hotel di kota Ampang di luar Kuala Lumpur. Polisi belum dapat menentukan keberadaan mereka saat ini.

Otoritas Malaysia meminta semua orang yang mengetahui informasi mengenai kedua WNI itu untuk segera menghubungi pihak berwenang.

Petugas tidak memberikan indikasi mengenai apa yang mungkin sudah dilihat kedua WNI itu, atau bagaimana keduanya dapat membantu menyelesaikan kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Siti Aisyah dari Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam adalah dua wanita yang dituduh memaparkan racun syaraf VX ke wajah Kim Jong-nam di bandara Kuala Lumpur pada Februari tahun lalu.

Keduanya ditangkap tak lama setelah Kim Jong-nam dinyatakan meninggal dunia.


Siti Aisyah meninggalkan Pengadilan Tinggi Shah Alam. (Foto: AFP)

Reality Show

Kim Jong-nam, yang tinggal terasing selama bertahun-tahun, sempat dianggap sebagai calon pemimpin Korut dan rival dari Kim Jong-un.

Sebuah pengadilan di Malaysia pada pertengahan Agustus lalu menyatakan ada cukup bukti untuk menjerat keduanya dengan dakwaan pembunuhan.

Persidangan kasus ini akan dilanjutkan pada November mendatang dengan menghadirkan Siti Aisyah. Setelah itu akan diikuti oleh Doan pada Januari tahun depan.

Jika terbukti bersalah, Siti dan Doan dapat terancam hukuman mati. Keduanya mengaku telah menjadi korban agen Korut, dan meyakini mereka adalah bagian dari sebuah acara reality show saat memaparkan racun ke wajah Kim Jong-nam.

Keluarga kedua wanita berkukuh Siti dan Doan ditipu untuk melakukan pembunuhan. Korea Selatan menuduh Korut yang telah merancang pembunuhan itu, meski Pyongyang membantah tuduhan tersebut.

Baca: Siti Aisyah Diyakini Bebas dari Hukuman Mati

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close