Internasional

Malaysia Tangkap Delapan Terduga Teroris

Unit Anti-Terorisme Malaysia di Kuala Lumpur, 31 Agustus 2017. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)

Kuala Lumpur: Kepolisian Malaysia menangkap delapan terduga teroris yang disebut terlibat berbagai aktivitas mencurigakan. Kedelapan orang ini dinilai dapat membahayakan keamanan nasional Negeri Jiran.

Kedelapan terduga teroris — tujuh warga negara asing dan satu Malaysia — ditangkap Divisi Anti-Terorisme Bukit Aman di Perlis, Kuala Lumpur dan Johor pada 24 September.

Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun mengatakan semua terduga teroris terlibat dalam aktivitas di sebuah pusat pembelajaran di Perlis yang diyakini mengajarkan ekstremisme.

"Mereka ini adalah mantan siswa dan guru di pusat pembelajaran tersebut. Kami menangkap mereka setelah menerima beberapa data intelijen, yang menyebutkan bahwa grup teroris di Yaman berencana mendirikan pusat belajar di Asia Tenggara untuk menyuarakan ajaran ekstremis Salafi," ungkap Tan Sri Mohamad Fuzi, seperti dilaporkan situs berita The Straits Times, Sabtu 6 Oktober 2018.

Ia menambahkan delapan orang ini memiliki koneksi dengan sebuah madrasah di Dammaj, Yaman, yang didirikan oleh Syekh Muqbil Hadi Al Wadi. 

Baca: Diduga Perekrut Teroris, 249 Orang Ditangkap Otoritas Malaysia

"Madrasah ini mengizinkan membunuh non-Muslim, dan bahkan Muslim sekalipun yang tidak sesuai ajaran mereka," sebut Tan Sri Mohamad Fuzi.

Selain itu, tambah dia, madrasah tersebut juga melabeli sistem demokrasi di sebuah negara sebagai "thogut" atau tidak sesuai ajaran Islam.

Tan Sri Mohamad Fuzi menyebut ini bukan kali pertama ajaran Salafi berusaha menyebarkan sayapnya di Malaysia. 

"Ajaran ini adalah basis dari sebagian besar grup teroris, termasuk Islamic State (ISIS), Al Qaeda, Jemaah Islamiah (JI), Boko Haram dan Abu Sayyaf Group dan lainnya," ungkap dia.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close