Maling Nyaru Tukang Sayur Keliling! Abang-Adik di Banyumas Gondol Belasan Laptop di Sekolahan-Kantor

Polres Wonosobo merilis penangkapan pelaku pencurian laptop nyaru jualan sayur keliling/net

INDOPOLITIKA.COM – Kekompakan abang dan adik warga Banyumas ini tak patut ditiru. Pasalnya, mereka kompak berbuat kriminalitas dengan berpura-pura jadi pedagang sayur keliling.

Padahal aslinya, abang-adik EK (33) dan WR (31) maling yang mencari sasaran. Selama beraksi, mereka berhasil menggondol belasan laptop baik di sekolah maupun perkantoran.

Dari penangkapan kedua pelaku, pihak kepolisian menyita barang bukit berupa 16 buah laptop hasil curian, motor dan handphone milik pelaku.

Menurut Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Achmad Sugeng, kedua pelaku ditangkap pihak kepolisian saat tengah berada di kawasan Baturaden, Banyumas.

“Sebelum tertangkap, EK dan WR ini mencuri lima laptop di SD Wonosari, Kalikajar, Wonosobo. Pelaku ditangkap di Baturaden, Banyumas,” ujar AKP Achmad Sugeng dalam gelar perkara di Polres Wonosobo, Senin (28/11/22).

Dari pengakuan dan hasil penggeledahan di rumah pelaku yang berada di Banyumas, ditemukan 16 buah laptop hasil curian EK dan WR.  Selain di Wonosobo, pelaku mengaku laptop tersebut juga hasil curiannya di Kabupaten Temanggung.

“Ada 16 laptop di rumah pelaku, selain di Wonosobo pelaku juga mencuri laptop-laptop ini di Kabupaten Temanggung,” terangnya.

Untuk memuluskan aksinya, kakak beradik ini sebelumnya berpura-pura menjadi tukang sayur di lokasi-lokasi yang menjadi sasarannya seperti perkantoran dan sekolah yang tampak sepi.

“Mereka berpura-pura jadi tukang sayur, targetnya adalah bangunan SD atau perkantoran yang atapnya seng. Setelah menemukan target, mereka membobol dan masuk lewat seng tersebut,” tambahnya.

Dari pengakuan EK, aksi pencurian tersebut dilakukan saat malam hari di gedung sekolah dan perkantoran yang sepi dan jauh dari pemukiman warga.

“Kalau SD itu sepi, jarang ada warga sekitar apalagi kalau malam hari,” ujar EK.

Sementara itu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kakak beradik yang berstatus residivis dalam kasus yang sama tersebut dijerat dengan pasal 363, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *