Mantan Menteri Pertanian Sebut Ada Data Mafia Jadi Alasan Impor Beras

  • Whatsapp
Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

INDOPOLITIKA.COM – Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman buka bukaan mengenai persoalan pertanian di negeri  ini. Salah satunya, ia mengungkapkan bahwa data lahan sawah dari Badan Pusat Statistik (BPS) tidak akurat. Bahkan ia menyebut ada data mafia lahan sawah untuk jadi alasan impor beras.

“Kalau saya sampaikan sebelumnya takut gaduh. Setelah dicek ulang ketidakakuratan data lahan sawah yang dikeluarkan BPS dan kantor Kementerian Agraria mencapai 92 persen,” ungkap Amran saat serah terima jabatan Menteri Pertanian, di Jakarta, Jumat (26/10/2019).

Baca Juga:

Amran mengatakan, data pangan dengan citra satelit itu salah. Oleh karena itu hal ini harus segera diperbaiki. Akibat kesalahan data ini, maka kuota subsidi pupuk akan berkurang hingga 600 ribu ton.

“Akibat dari kesahalan ini akan membuat banyak petani tidak bisa mengakses pupuk sehingga membuat produksi turun,” tandas Amran.

“Nah jika produksi turun akhirnya ada alasan impor masuk.Jadi data itu ada dua. Ada data pertanian ada data mafia,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersama BPS mengeluarkan data luas lahan sawah terbaru dengan cadra kerangka sampel area (KSA). Dalam rilis itu dilaporkan luas baku sawah di Indonesia hanya 7,1 juta hectare, jauh di bawah data luas sawal lama yang dikeluarkan Kementerian Pertanian seluas 8,1 juta hektare. (rma)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *