Mantan Napi Koruptor Harusnya Dibuang, Bukan Diperbolehkan Nyalon Pilkada

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Putusan Mahkamah Konstitusi tentang mantan narapidana diperbolehkan mencalonkan diri dalam pilkada dianggap tidak memberikan rasa keadilan. Pakar Hukum Administrasi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Johanes Helan mengatakan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada adalah proses seleksi pejabat dan figur yang baik.

“Putusan seperti ini tidak memberikan rasa keadilan, karena pilkada adalah mekanisme seleksi pejabat, dimana calon yang buruk dikesampingkan dan yang baik dipilih,” kata Johanes Tuba Helan

Bacaan Lainnya

Maka kata dia, pada tahapan pencalonan harus diseleksi. Mantan napi koruptor meskipun sudah menjalani masa hukuman, tetap saja memiliki treck record buruk. Maka dari itu harus dibuang.

Johanes membayangkan, jika seorang mantan napi koruptor boleh menjadi calon, jika terpilih maka kepala daerah sebagai pejabat pembina kepegawaian adalah mantan napi koruptor.

“Bagaimana dia bisa membina pegawai negeri sipil sebagai bawahannya, kalau kepala daerahnya adalah mantan narapidana koruptor,” katanya dalam nada tanya.

Inilah menurut dia letak ketidakadilan putusan yang dikeluarkan oleh MK.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menerima sebagian permohonan uji materi pasal pencalonan mantan narapidana sebagai kepala daerah yang termuat dalam Pasal 7 Ayat (2) huruf g Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

UU tersebut tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi Undang-undang.

Salah satu poin yang menjadi putusan MK adalah mantan narapidana dapat mencalonkan diri sebagai kepala daerah hanya apabila yang bersangkutan telah melewati jangka waktu 5 tahun setelah selesai menjalani pidana penjara.

Selanjutnya, seorang calon kepala daerah yang merupakan mantan narapidana harus mengumumkan latar belakang dirinya sebagai seorang mantan napi.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *