Mantan Pengacara Prabowo, Ingatkan Publik Terkait Persoalan Pimpinan KPK Terpilih

  • Whatsapp
Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana

INDOPOLITIKA.COM- Wamenkumham era Presiden SBY, Denny Indrayana, melihat gerakan aksi mahasiswa menolak hasil revisi UU KPK dan RUU KUHP sebagai gerakan yang masih mmurni. Tak ada kepentingan lain yang dibawa oleh mahasiswa selain suara rakyat, suara yang menginginkan jangan sampai KPK dilemahkan.

“Mereka tidak mau ditarik-tarik masalah politik pilpres. Lihat saja beberapa pernyataan teman-teman mahasiswa, mereka fokus ke masalah revisi UU KPK dan RUU KUHP. Mereka tidak mau bicara soal pilpres, mereka juga tidak mau bicara soal isu yang mau menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi,” ujar Denny Indrayana yang saat dihubungi Indopolitika.com tengah berada di Wellington, Selandia Baru, tadi malam.

Bacaan Lainnya

Pria yang pernah menjadi pengacara capres Prabowo Subianto saat berperkara di Mahkamah Konstitusi ini mengatakan, saat ini sebenarnya selain isu UU KPK, publik juga bisa bicara terkait pimpinan KPK terpilih yang beberapa waktu lalu sempat menjadi isu utama.

“Capim hasil seleksi pimpinan KPK kita juga ada persoalan yang dihadapi dengan banyaknya penolakan-penolakan yang terjadi sebelumnya juga harus dicari jalan keluarnya,” imbuh mantan guru besar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada ini.

Denny melihat, mubazir agaknya jika UU KPK berhasil dikembalikan menggunakan UU KPK lama, namun pimpinan KPK-nya masih bermasalah, maka tetap akan menimbulkan persoalan tersendiri bagi KPK dalam bekerja memberantas korupsi.

“Meski saya melihat sistem di interal KPK bisa mengurangi kemungkinan buruk tersebut, tetapi sebenarnya persoalan (pimpinan KPK) itu tetap perlu dicari jalan keluar dan itu tidak mudah,” tandasnya.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *