Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad: AS di Balik Genosida Israel terhadap Warga Palestina di Gaza

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Foto: net

INDOPOLITIKA.COM – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengutuk keras agresi tanpa henti yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.

Mahathir mengatakan bahwa Amerika Serikat berada di balik genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Mahathir yang diwawancara Al Jazeera Arabic pada Minggu mengatakan, Israel sedang mengejar strategi yang “tampaknya bertekad untuk membunuh sebanyak mungkin orang Palestina di Gaza.

“Israel ingin menyingkirkan warga Palestina secara keseluruhan dengan membunuh mereka di depan mata seluruh dunia,” katanya.

Mantan perdana menteri tersebut tidak sedikitpun menyinggung tindakan brutal Israel, dengan mengatakan bahwa pembangkangan rezim tersebut terhadap hukum internasional hanya mungkin terjadi karena kedekatannya dengan Amerika Serikat.

“Israel dapat berperilaku seperti ini, menentang hukum internasional karena di belakang Israel, ada Amerika Serikat, dan Amerika Serikat mendukung semua yang dilakukan Israel, termasuk kejahatan perang,” kata Dr.

Dia mengecam pengaruh Amerika Serikat di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menegaskan bahwa resolusi apa pun yang tidak mendukung Israel kemungkinan besar akan diveto oleh Washington.

Mahathir meminta rakyat Amerika untuk mengambil sikap menentang kebijakan pro-Israel pemerintah mereka, dan menyatakan bahwa keputusan dan tindakan pemerintah AS mungkin tidak mencerminkan pandangan warganya.

Mahathir menekankan pentingnya mengutuk tindakan Israel yang tidak manusiawi dan memutuskan hubungan diplomatik dengan rezim tersebut.

Dia menyerukan kepada negara-negara Islam untuk bersatu dalam mengecam kejahatan Israel, dan mengakui bahwa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menghadapi hambatan dalam mencapai keputusan bulat karena adanya perbedaan pendapat di antara negara-negara anggota.

Ketika membahas pendudukan Israel di Palestina, Dr. Mahathir menekankan konteks historis, mencatat bahwa tanah Palestina dirampas oleh Israel, dan Palestina berjuang untuk mendapatkan kembali apa yang telah dirampas dari mereka.

Ia menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina tidak boleh disamakan dengan terorisme, dan menyoroti perlunya membedakan antara tindakan terorisme dan perjuangan untuk mendapatkan kembali negara mereka.

Mantan perdana menteri ini juga membahas peran komunitas internasional, dengan perhatian khusus pada tanggung jawab Amerika Serikat atas tindakan Israel yang melanggar hukum.

Dia menekankan bahwa kemampuan dunia untuk bertindak melawan agresi Israel terhadap Palestina terbatas karena pengaruh dan kesiapan AS untuk mendukung Israel.

Sebagai kesimpulan, Dr. Mahathir menyatakan keprihatinannya tentang niat Israel, menunjukkan bahwa mereka bertujuan untuk memperburuk masalah di Gaza, seperti akses terhadap obat-obatan dan air, untuk melemahkan tekad penduduk Palestina.

Dia memperingatkan potensi invasi darat oleh Israel dan menegaskan kembali kebutuhan mendesak akan kecaman internasional terhadap tindakan Israel, dan menyerukan gencatan senjata segera. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *