Mantan PM Malaysia Najib Razak Dihukum 12 tahun Penjara dan Denda Rp718 miliar

  • Whatsapp
Mantan PM Malaysia Najib Razak

INDOPOLITIKA.COM – Pengadilan Malaysia menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda RM210 juta (sekitar Rp718 miliar) terhadap mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak karena penyalahgunaan kekuasaan dalam skandal multi-miliar dollar dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Pengadilan juga menghukum Najib masing-masing 10 tahun penjara atas tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan dan tiga tuduhan pencucian uang. Sebab, secara ilegal dia menerima hampir US$ 10 juta dari mantan unit 1MDB, SRC International ke rekening bank pribadinya pada 2014 dan 2015.

Berita Lainnya

“Saya menemukan, penuntutan telah berhasil membuktikan kasusnya tanpa keraguan. Karena itu, saya menganggap terdakwa bersalah dan menghukum terdakwa atas ketujuh tuduhan itu,” kata Hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali saat membacakan putusan seperti dikutip Channelnewsasia.com Selasa (28/7/2020).

Total, Najib dijatuhi hukuman penjara selama 72 tahun. Tapi, Hakim memerintahkan hukuman penjara berjalan bersamaan. Sehingga, Perdana Menteri Malaysia periode 2009-2018 ini hanya menjalani hukuman 12 tahun penjara saja. Tetapi, pengacara Najib segera meminta penundaan eksekusi hukuman.

Sementara itu, Najib mengaku tidak bersalah atas tuduhan pelanggaran kepercayaan kriminal, pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan.

Muhammad Shafee Abdullah, pengacara Najib, mengatakan, Najib hanyalah seorang perdana menteri yang terlalu percaya dan tidak melakukan kesalahan. “Dia bahkan belum pernah melanggar peraturan lalu lintas,” ujarnya seperti dilansir Channelnewsasia.com.

Menurut Shafee ia dituntun untuk percaya bahwa dana dalam rekeningnya tersebut disumbangkan oleh keluarga kerajaan Arab Saudi, bukan penyalahgunaan uang negara.

“Dia hanya bersalah karena memercayai orang-orang yang seharusnya menjalankan perusahaan, baik SRC maupun 1Malaysia Development Berhad. Dia bukan satu-satunya perdana menteri yang memiliki kelebihan,” sebut Shafee. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *