Internasional

Mantan PM Pakistan dan Putrinya Dibebaskan dari Penjara

Mantan PM Pakistan Nawaz Sharif bebas dari penjara. (Foto: AFP).

Islamabad: Pengadilan memerintahkan pembebasan mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan putrinya. Putusan ini muncul dua bulan setelah mereka dipenjara karena korupsi.
 
Pengadilan menangguhkan hukuman Sharif dan putrinya Maryam sesudah mereka divonis pada Juli, tepat sebelum Pakistan mengadakan pemilihan umum.
 
Keduanya mengajukan banding terhadap hukuman dan membantah melakukan kesalahan.
 
Mereka dituduh melakukan praktik korupsi yang terkait dengan kepemilikan keluarga Sharif atas apartemen mewah di London.
 
Sharif dikenai 10 tahun untuk korupsi, Maryam diganjar tujuh tahun karena bersekongkol dengan kejahatan dan setahun untuk tidak bekerja sama. Menantu laki-laki, Safdar Awan, diberi hukuman satu tahun juga karena tidak bekerja sama.
 
"Keadilan telah ditegakkan dan saya memberi selamat kepada pendukung Nawaz Sharif," cetus mantan Menteri Luar Negeri Khawaja Asif, seperti dilansir Sky News, Kamis 20 September 2018. Ia sekutu Sharif yang setia, berbicara di luar ruang sidang.
 
Putusan untuk Sharif masih dalam proses banding ke Pengadilan Tinggi Islamabad yang sama. Tetapi hakim telah memutuskan bahwa mereka harus dibebaskan segera ketika kasus ini berlanjut.
 
Sharif digulingkan dan didiskualifikasi dari jabatannya oleh Mahkamah Agung pada Juli 2017. Ia dipenjara awal tahun ini secara absentia menyusul penangkapannya pada 13 Juli sekembalinya dari London di mana istrinya menjalani perawatan sebelum kematiannya bulan ini.
 
PM Sharif yang tiga kali menjabat telah berulang kali mengatakan bahwa kasus-kasus terhadapnya bermotif politik. Layaknya kolusi antara militer yang kuat dan pengadilan guna mengacaukan partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) untuk menyingkirkannya dari kekuasaan.
 
Hakim Athar Minallah mengatakan kepada pengadilan: "Jaksa telah gagal untuk menunjukkan properti milik Nawaz Sharif."
 
"Juga gagal membuktikan bagaimana Maryam Nawaz dijatuhi hukuman di bawah tuntutan yang sama yang menghukum Nawaz Sharif," pungkas dia.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close