Mantan PM Pakistan Rayakan Iduladha di Penjara

  • Whatsapp
Mantan PM Pakistan Nawaz Sharif. (Foto: AFP)

Islamabad: Mantan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, dan putrinya Maryam Nawaz serta menantu laki-laki Mohammad Safdar menghabiskan Iduladha di penjara setelah Pengadilan Tinggi Islamabad (IHC) menunda putusannya atas permohonan yang meminta pembebasan mereka.

Pemimpin Partai PML-N itu dihadapkan ke IHC pada Senin untuk sidang kasus atas Al-Azizia Steel Mills dan kasus Hill Metal Establishment.

Baca Juga:

"Pada tahap ini kita tidak cenderung untuk memutuskan petisi ini dan mereka akan tetap menunggu dan tetap bersama dengan banding," kata hakim, dikutip dari Khaleej Times, Rabu 22 Agustus 2018.

Sharif bersama putrinya dan menantu laki-lakinya menjalani hukuman penjara 10 tahun, tujuh tahun, dan satu tahun berturut-turut setelah divonis bersalah pada 6 Juli oleh pengadilan akuntabilitas dalam kasus properti Avenfield, yaitu kepemilikan keluarga atas empat apartemen mewah di London melalui cara ilegal.

Setelah putusan, mereka secara terpisah mengajukan banding yang meminta pengadilan untuk mengesampingkan putusan serta mengajukan petisi yang memohon penangguhan hukuman.

Ini kali kedua Sharif akan merayakan Iduladha dalam tahanan. Sebelumnya, setelah kudeta Oktober 1999, dia dibawa ke tahanan dan terpaksa merayakan hari raya Lebaran Haji di sana. 

Permohonan ketiga terdakwa itu sekarang akan diperdengarkan setelah liburan musim panas dari pengadilan berakhir pada 11 September.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *