Internasional

Mantan Presiden Brasil Dilarang Pengadilan Ikut Pilpres

Luiz Inacio Lula da Silva. (Foto: AFP)

Rio de Janeiro: Pengadilan Tinggi Brasil memutuskan bahwa mantan presiden yang berada di penjara, Luiz Inacio Lula da Silva, dilarang ikut dalam pemilihan umum presiden pada Oktober.

Seperti dikutip dari Guardian, Sabtu 1 September 2018, putusan diambil setelah sesi dramatis yang disiarkan langsung di televisi dan berbagai situs berita. Putusan ini sekaligus menentang permintaan dari Komite Hak Asasi Manusia PBB agar Lula diizinkan maju dalam pilpres.

Lula sedang menjalani hukuman 12 tahun atas kasus korupsi dan pencucian uang. Pengadilan juga melarangnya muncul di iklan kampanye. Tim pembelanya akan mengajukan banding atas putusan tersebut ke Mahkamah Agung Brasil.

Dari balik bui, Lula memimpin jajak pendapat dalam pilpres Brasil. Putusan pengadilan yang melarang pencalonannya membuat kandidat ekstrem sayap kanan Jair Bolsonaro, yang menempati posisi kedua dalam jajak pendapat, maju tanpa Lula.

"Saya tidak pernah menginginkan ini," kata Luis Barroso, hakim yang memilih melarang pencalonan Lula. Koleganya, Edson Fachin — yang sudah memenjarakan politisi lain dalam penyelidikan korupsi yang luas — tidak setuju dan berkata keputusan PBB harus tetap berlaku.

Mayoritas dari tujuh hakim di pengadilan sepakat dengan Barroso. Mereka berpendapat bahwa rekomendasi PBB tidak dapat menggantikan undang-undang. 

UU itu melarang para kandidat yang dihukum karena kejahatan serius, korupsi atau yang telah dimakzulkan, untuk maju dalam pilpres. UU tersebut disahkan di bawah masa jabatan kedua Lula pada 2010.

Partai Pekerja yang menaungi Lula menyerang putusan pengadilan. Kelompok berhaluan kiri itu bersumpah untuk memperjuangkan pencalonannya. 

"Kami akan membela Lula di jalanan, dengan rakyat Brasil," kata presiden partai, Gleisi Hoffman, 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close