Internasional

Mantan Sandera ISIS Raih Nobel Perdamaian

Denis Mukwege dan Nadia Murad. (Foto: AFP)

Oslo: Nobel Perdamaian 2018 jatuh ke tangan Denis Mukwege dan Nadia Murad. Mereka dianugerahi penghargaan tersebut karena perjuangan untuk mengakhiri kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

Penghargaan diberikan langsung di Institut Nobel Norwegia di ibu kota Oslo, siang hari ini, waktu setempat. Pemenang Nobel dipilih langsung oleh komite Parlemen Norwegia.

Dilansir dari Deutsche Welle, Jumat 5 Oktober 2018, Mukwege merupakan dokter kandungan yang mendirikan Rumah Sakit Panzi di Bukavu, Kongo. Di situ, ia merawat wanita korban perkosaan para pasukan pemberontak.

Baca: Kim Jong-un jadi Favorit Penerima Nobel Perdamaian

Sementara itu, Nadia Murad adalah aktivis HAM Kurdi. Ia pernah disandera oleh ISIS dan dijadikan budak seks. Pada September 2016, ia menjadi duta PBB untuk korban perdagangan manusia.

Murad, 25 tahun, adalah pemenang kedua termuda untuk Nobel Perdamaian. Aktivis Pakistan Malala Yousafsai menjadi yang termuda pertama saat menerima Nobel Perdamaian yakni pada usianya ke-17 tahun, 2014 silam.

Hadiah yang diterima keduanya pada tahun ini senilai USD1,01 juta atau setara dengan Rp15 miliar. 

Tahun ini, ada 331 nominator yang terdiri dari 216 individu dan 115 organisasi. Nama-nama seperti Kim Jong-un, Moon Jae-in dan Donald Trump disebut-sebut ada di dalam daftar nominator penerima Nobel Perdamaian. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close