Marhaban Ya Ramadhan! Mari Sambut dengan Gembira datangnya Bulan Puasa

  • Whatsapp

Sebentar lagi, kita akan menyambut bulan yang sangat mulia, bulan Ramadhan. Mari kita sambut bulan rahmah dan maghfirah ini dengan penuh gembira. Marhaban Ya Ramadhan. Selamat datang, Bulan penuh berkah.

Setiap menjelang Ramadhan, kita akan sering mendengar dan menyaksikan di televisi, ungkapan Marhaban Ya Ramadhan. Apa sebenarnya maksud ungkapan ini, sehingga ia menjadi semacam tahniah yang pasti kita dengar setiap menjelang bulan Ramadhan?

Berita Lainnya

Tulisan ini akan menguak makna dari ungkapan Marhaban Ya Ramadhan. Juga beberapa penjelasan terkait, seperti anjuran gembira menyambut Ramadhan maupun doa yang perlu dibaca dalam menyambut bulan diturunkannya Al-Qur’an ini.

Arti Marhaban Ya Ramadhan

Umumnya kata marhaban baik yang disandingkan dengan Ramadhan maupun dengan kedatangan seseorang, diterjemahkan dengan Selamat Datang. Maka ungkapan Marhaban Ya Ramadhan bermakna Selamat Datang, Bulan Ramadhan.

Namun, jika kita buka lebih jauh kamus maupun istilah yang berlaku di kalangan orang Arab, makna dari kata marhaban tidak sesederhana itu.

Dalam bahasa Arab, kata marhaban diambil dari kata rahaba yang berarti luas atau lebar. Kata ini biasanya diucapkan ketika ada tamu yang datang, kemudian pemilik rumah menyambutnya dengan kata “marhaban”.

Artinya tamu tersebut disambut dengan hati lapang penuh kegembiraan. Kata marhaban, penggunaannya sering juga disandingkan dengan ahlan wa sahlan yang makna dari ungkapan ini adalah seseorang yang datang tidak danggap sebagai tamu, melainkan sebagai ahl atau keluarga. Karenanya, ia diminta bersikap sahlan (santai), tidak terlalu kaku dan formal.

Kenapa Disambut dengan Marhaban Ya Ramadhan?

Timbul pertanyaan, kenapa kata marhaban disandingkan dengan Bulan Ramadhan, atau kenapa Ramadhan perlu disambut sedemikian, bahkan di daerah tertentu disambut dengan mengadakan pengajian ataupun pawai taaruf?

Jawabannya, karena Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, tamu yang agung. Ia pantas untuk disambut dengan penuh kegembiraan dan tentunya dengan hati yang lapang. Karena ia merupakan big sale dari Tuhan untuk kita beramal sebaik dan sebanyak-banyaknya.

Bergembira dengan Datangnya Ramadhan

Gembira dengan datangnya Ramadhan merupakan salah satu tanda keimanan. Ibarat tamu, Ramadhan senantiasa dinanti.

Bahkan sejak dari bulan Rajab, sudah sering kita berdoa agar disampaikan pada bulan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadr ini.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.

Walaupun oleh sebagian, hadis ini dinilai dhaif bahkan munkar, tetapi doa ini menggambarkan betapa bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling dinanti dalam setahun. [rif]

Penulis: Faisol Abdurrahman, Alumni dan Staff Pengajar di PP. Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah.

Dinukil dari pecihitam.org

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *