Market Place Harus Kedepankan Prinsip Tanggungjawab Pada Konsumen

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta kepada para pelaku market place, untuk mengedepankan strategi pemasaran yang bertanggungjawab.

Tak hanya itu, YLKI juga meyarankan untuk menjunjung etika bisnis yang adil dan mematuhi regulasi yang ada.

Muat Lebih

“Bukan malah sebaliknya, iklan dan promosi yang membius konsumen yang beda beda tipis dengan aksi penipuan,” ujar Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi melalui pesan kepada Indopolitika, Senin (11/11/2019).

Tak hanya dari sisi Konsumen dan Produsen (Marketplace), Pemerintah juga harus secara ketat mengawasi praktik belanja online, khususnya Kementerian Perdagangan, Kementerian Kominfo, Otoritas Jasa Keuangan, Badan POM, dan kementerian/lembaga lainnya yang berkompeten.

“Kuatnya fenomena belanja online, ironisnya, justru tidak paralel dengan kuatnya pengawasan oleh pemerintah,” bebernya.

Selain itu dari sisi regulasi juga sangat penting. Karenanya, YLKI mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi, dan RPP Belanja Online.

“Kedua regulasi inilah yang akan secara kuat memayungi konsumen dalam transaksi belanja online. Jika kedua regulasi ini tidak segera disahkan, sama artinya pemerintah melakukan pembiaran terhadap berbagai pelanggaran hak konsumen dalam transaksi belanja online,” pungkasnya. [rif]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *