Ma’ruf Amin Sebut Sekolah PAUD Terpapar Ajaran Radikalisme

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Wakil Presiden Ma’ruf Amin memperkirakan banyak sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terpapar paham ajaran radikalisme. Hal itu diketahuinya saat ia melakukan kunjungan ke berbagai daerah.

Kata dia, banyak sekolah yang masih menggunakan bahan ajar yang di dalamnya mengandung unsur radikalisme. Bahan ajar itu lolos hingga ke tangan anak-anak, bahkan tak jarang dijadikan sebagai bahan atau soal ujian.

Muat Lebih

“Bahkan sejak masih PAUD itu ada ajaran radikalisme, itu yang menjadi perhatian kita bersama,” katanya pada wartawan.

Ma’ruf menambahkan, agar paham radikal itu tidak berkembang di dunia pendidikan, maka Ma’ruf menginginkan agar sejumlah elemen masyarakat bersama- sama mulai mengawasinya mulai dari hulu hingga ke hilir. Sehingga tidak ada celah bagi penganut paham radikal untuk berkembang.

Ia juga meminta  seluruh kementerian memberikan sanksi tegas kepada ASN yang diketahui terpapar paham radikal. Jika sudah ada ASN yang masuk perangkapnya, maka harus segera dilakukan upaya deradikalisasi.

“Maka perlu ditangkal pemahaman dan argumen yang mempengaruhi mereka dalam radikalisme,” jelasnya.

Selain itu juga, ia mendorong  agar perguruan tinggi turut mengambil peran menangkal radikalisme. Sebab radikalisme bisa tumbuh di lingkungan akademis.

“Saya tadi hadir untuk kegiatan menangkal radikalisme, maka saya minta gerakan ini turut dilakukan di semua kampus,” jelasnya.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 Komentar

  1. Saya pikir informasi ini ada benarnya. Sebelum paud anak saya dgn tetangga sangat akrab, hampir saban hari maen kerumaha saya hingga mahgrib, 3 bulan setelah anak itu masuk paud, tak tau kenapa jadi enggan sendiri maen kerumah. Tapi saya sebagai orang tua sudah faham akan hal itu.

  2. Ya jangan asal ngomong pak WAPRES, tolong beritahu kami apa saja yang tidak boleh diajarkan di sekolah sekolah, kami sebagai guru jangan sampai terjebak pada hal yang baik sesuai kurikulum malah dituduh mengajarkan radikalisme kan repot nanti, buat dulu tata aturannya baru bisa menilai, jangan buru buru menyimpulkan dong???

  3. Entah apa yang merasuki mu, hingga tega kau menghianati, yg tulus mencintainya.
    Salah apa dirinya padamu hingga tega kau menghianatinya kau sia-siakan cintanya..