Masih Koma di RSPAD, Polisi: Akbar Jatuh Saat Melompat Pagar DPR

  • Whatsapp
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra

INDOPOLITIKA.COM – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkapkan penyelidikan terhadap korban Akbar Alamsyah (19). Polri menyebut berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian, Akbar sedang berupaya menghindari aksi kerusuhan dengan melompat pagar di depan Gedung DPR.

“Saat itu kita sudah temukan saksi bahwa Akbar jatuh pada saat melompati pagar tersebut jadi sementara itu dugaannya,” ujar Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Amaroossa Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Muat Lebih

Asep kemudian membantah adanya dugaan luka yang dialami Akbar akibat kekerasan. Asep mengklaim luka yang dialami Akbar murni karena yang bersangkutan jatuh saat melompati pagar.

“Bahwa luka bukan akibat kekerasan, karena adanya insiden itu,” ujar Asep.

Seperti diberitakan, seorang remaja, Akbar Alamsyah (19) terbaring koma di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) kamar nomor 208 RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019).

Akbar mengalami koma setelah aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR beberapa waktu lalu.

Koordinator Kontras, Yati Andriyani meminta Polri mengusut penyebab Akbar Alamsyah koma dan kritis sampai saat ini. Dia menyaksikan kondisi kepala bagian depan dan belakang diperban. Selain itu bibirnya membengkak.

“Jumat lalu, saya dan tim mengunjungi Akbar di RSPAD. Kondisi Akbar sampai tadi malam masih kritis, belum sadarkan diri,” jelasnya dilansir Merdeka, Senin (7/10/2019).

Berdasarkan keterangan keluarga, Yati mengatakan Akbar sebelumnya dirawat di RS Pelni, Petamburan. Kemudian dibawa ke RS Polri di Kramat Jati dan baru dirujuk ke RSPAD. Keluarga juga belum mengetahui pasti penyebab Akbar sampai mengalami koma.

“Keluarga belum mengetahui pasti. Apapun masalah dan sebabnya tidak ada pembenaran tindakan kekerasan dan penganiayaan hingga menyebabkan korban kritis. Oleh karenanya Polri harus mengungkap dan mengusut peristiwa ini siapapun pelakunya,” tegasnya.

Yati menambahkan, dalam surat Kepala RS Bhayangkara kepada Kepala RS RSPAD dituliskan biaya perawatan medis Akbar selama 3 bulan ke depan dijamin oleh RS Bhayangkara. Kendati demikian dia meminta polisi mengusut penyebabnya. “Semua harus dibuktikan secara transparan dan akuntabel,” pungkasnya. (rma)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *