Masih Menjadi Buronan, ICW MInta PDIP Bantu KPK Cari Harun Masiku

  • Whatsapp

Sebelumnya, kasus ini bermula ketika caleg PDIP Perjuangan asal Dapil Sumatera Selatan I, Nazarudin Kiemas meninggal dunia dua pekan sebelum pencoblosan.  Saat pencoblosan berlangsung, ternyata almarhum Nazarudin Kiemas menjadi caleg PDIP dengan perolehan suara tertinggi.

Berita Lainnya

Kemudian, berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, yang berhak menggantikan Nazarudin adalah Riezky Aprilia, karena memiliki suara terbanyak kedua. Namun PDIP tidak sepakat dengan keputusan KPU. Keinginan PDIP, Harun Masiku lah yang menjadi penggantinya. Demi meloloskan Harun, PDIP menyurati KPU sebanyak 3 kali, meminta KPU agar meloloskan Harun, bukan Rezky.

Selanjutnya, PDIP menempuh cara lain dengan mengajukan gugatan atas Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara kepada Mahkamah Agung. Meski MA mengeluarkan fatwa bahwa parpol lah yang berhak menentukan PAW, KPU tetap berpegangan pada aturan. Sehingga di dalam rapat pleno, KPU tetap menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin.

Upaya melalui MA tidak juga mengetuk KPU untuk meloloskan Harun, Kemudian PDIP berupaya mencari jalan lain. Akhirnya jalan yang dipilih oleh Harun Masiku adalah menyuap komisioner KPU Wahyu Setiawan. Bak gayung bersambut, Wahyu Setiawan pun menyanggupinya dengan meminta dana operasioal sebesar Rp 900 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memuluskan langkahnya untuk meloloskan Harun Masiku.[pit]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *