Masih Pandemi, Masjid di Bahrain Dibuka Hanya Untuk Shalat Subuh  

  • Whatsapp
Foto: Courtesy Bahrain News Agency

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Bahrain kembali membuka Masjid di negara tersebut untuk para jamaah. Kendati demikian, jamaah hanya diperbolehkan melaksanakan Shalat Subuh saja setiap harinya. Pembatasan itu untuk mencegah meluasnya virus Corona.

Kementerian Kehakiman, Urusan Islam dan Wakaf pada Rabu lalu memberikan persetujuan membuka kembali Masjid hanya untuk shalat Subuh setiap hari dan efektif mulai Jumat.

Bacaan Lainnya

Kementerian telah menetapkan pedoman wajib yang ketat untuk memastikan keselamatan jamaah. Dewan Tertinggi untuk Urusan Islam Bahrain (SCIA) juga mengumumkan pembukaan kembali masjid secara bertahap untuk sholat bersama di tengah tindakan pencegahan.

Melansir Saudi Gazzete, Kementerian melarang pertemuan dan keramaian di gerbang masjid selama masuk dan keluar, dan memberlakukan jarak minimum dua meter antara orang-orang untuk mencegah infeksi.

Pedoman wajib juga mencakup pembukaan masjid 10 menit sebelum shalat, pengaturan waktu lima menit antara azan muazin dan shalat, menutup masjid 10 menit setelah melakukan shalat dan jamaah harus mengosongkan tempat secara bertahap dan tertib, tanpa penundaan atau kepadatan berlebih.

Di bawah pedoman ketat kementerian, jamaah harus meninggalkan masjid setelah shalat dan melakukan shalat sunnah di rumah. Para jamaah telah didesak untuk melakukan shalat di masjid terdekat dengan rumah mereka, sementara orang sakit, wanita, dan anak-anak berusia di bawah 15 tahun telah dicegah memasuki masjid dan para lansia disarankan untuk melakukan shalat di rumah.

Orang-orang yang merasa yakin bahwa kehadiran mereka di masjid akan membuat mereka atau orang lain jatuh sakit harus ditolak masuk ke masjid dan hukuman yang jelas diberlakukan untuk memastikan kepatuhan dengan tindakan pencegahan.

Kementerian juga telah mengarahkan untuk menutup tempat wudhu, kamar mandi, toilet, lemari es dan keran air sepenuhnya, mendesak jamaah untuk berwudhu sebelum menuju ke masjid, membawa sajadah sendiri dan kemudian membawanya pulang setelah shalat.

Para jamaah harus selalu memakai masker wajah dan memeriksakan suhu tubuhnya sebelum memasuki masjid untuk memastikan bebas dari gejala COVID-19.

Pedoman tersebut mewajibkan penggunaan pembersih tangan dan disinfektan untuk pakaian sebelum masuk, membiarkan pintu masjid terbuka sebelum dan sesudah salat untuk memastikan akses dan keluar yang mudah, dan untuk mencegah kontak manusia sebanyak mungkin, dengan pegangan yang disterilkan secara teratur setelahnya setiap shalat. [sam]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *