Masih Terngiang Sang Putri, Gubernur HD: Setiap Ngomong Soal Percha Air Mata Saya Saja Masih Netes

  • Whatsapp
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru saat pemakaman putrinya, Percha Leanpuri.

INDOPOLITIKA.COM – Rasa kehilangan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru akan kepergian putri tercinta yang begitu baik, Percha Leanpuri ke khariban Ilahi masih dirasakan. Sebagai seorang ayah yang sangat menyayangi Percha, HD dan keluarga berusaha tegar dan belajar mengikhlaskan kepergian almarhumah meski berat.

Bagi Herman Deru, spirit kebaikan almarhumah selama masih hidup akan menjadi penyemangat bagi mereka untuk menatap kehidupan kedepan. HD sendiri mengakui dirinya hingga saat ini masih belum sepenuhnya bisa move on dari sosok Percha yang begitu humble.

Berita Lainnya

Seperti diketahui, anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Hj Percha Leanpuri meninggal dunia 19 Agustus 2021 lalu. Titi-begitu Percha akrab disapa, meninggalkan suami dan tiga putra-putri termasuk dua bayi kembar yang baru dilahirkannya.

Pasca kepergian putri sulungnya sebulan lalu, Herman Deru perlahan mulai menata hati. Meski belum 100 persen move on, namun Deru menegaskan hal ini sebagai ujian baginya untuk tetap tangguh menjalani roda kehidupan.

“Saya ini move on nya belum 100 persen. Setiap ngomong soal Percha air mata saya saja masih netes,” ucap HD dalam sebuah kesempatan.

Meski berat harus kehilangan buah hati tercinta, namun Deru mengaku hal tersebut bukanlah musibah melainkan ujian baginya agar tetap tangguh dan tegar menjalani kehidupan serta amanah sebagai seorang Gubernur Sumsel.

Walau secara fisik, putri sulungnya telah tiada namun Deru menilai semangat serta jiwa Percha masih setia berada di sampingnya. Maka itu, perlahan ia mulai menata hati dan belajar dari cobaan yang dihadapi untuk tetap tangguh.

“Meski fisiknya sudah tidak ada bersama kita, tetapi saya yakin jiwa dan semangatnya tetap ada di samping kita. Kita belajar untuk merecovery ini untuk bisa tetap tangguh. Spirit dia itu menjadi bekal untuk kita terus maju,” jelasnya.

Bagi Deru, Percha merupakan hadiah paling indah diberikan Allah SWT kepada keluarganya. Ananda Percha lahir di saat usianya masih 18 tahun. Percha tumbuh sebagai anak sesuai dengan budi pekertinya yang baik. Beberapa sifat yang ada di dalam jiwa Percha itu terdapat modernisasi dan ketradisionalan.

Hal tersebut bisa terlihat dari sosok yang tetap tidak pernah melupakan kearifan lokal meski telah sekolah sampai ke luar negeri. “Percha ikut dalam proses karir saya mulai dari jadi pengusaha sampai sekarang. Percha itu orangnya baik sekali dan tak pernah lupa tentang kearifan lokal,” ungkap Deru.

Ramainya makam Percha yang selalu dikunjungi peziarah diakui Deru merupakan gambaran ia semasa hidup. Dengan habluminanas-nya semasa hidup, membuat semua kalangan mulai dari masyarakat sampai kepala daerah terus berdatangan berziarah ke makam Almarhumah.

“Bahkan Pak Presiden pun waktu nelpon saya menanyakan Percha. Almarhumah mengena ke hati siapa saja. Mudah-mudahan simpatinya Percha itu menjadi inspirasi bagi semua orang khususnya bagi saya,” ungkap Deru. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *