Massa FPI Bandingkan Kasus Sukmawati Soekarnoputri & Persekusi Banser

  • Whatsapp
Aksi demonstrasi PA 212 & FPI tuntut Sumawati Soekarnoputri, Ade Armando dan Gus Muwafiq diadili atas perkara dugaan penistaan agama.

INDOPOLITIKA.COM- Massa aksi Persaudaraan Alumni 212 dan Front Pembela Islam (FPI) menuntut polisi bersikap adil tidak pandang bulu dalam menindaklanjuti suatu perkara.

Dari atas mobil komando Sekjen Koordinator Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin membandingkan perlakuan penanganan perkara yang mereka laporkan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri dengan perkara dugaan persekusi dua anggota Banser.

Baca Juga:

Menurut dia, polisi begitu cepat dalam menindaklanjuti perkara persekusi dua anggota Banser itu ketimbang kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati yang sudah lebih dulu dilaporkannya.

“Korlabi yang pertama melaporkan Sukmawati. Bahkan kasus yang setahun lalu Bu Sukmawati juga menistakan agama. Tapi belum juga ada tindaklanjutnya. Saya mau tanya kalau dilakukan dua kali sengaja atau tidak saudara-saudara?,” ucap Novel saat demonstrasi di Mabes Polri, Jakarta Selatan Jumat (13/12/2019).

Lantas Novel membandingkan dengan kasus persekusi dua anggota Banser, yang lebih cepat ditangani polisi.

“Ada kemaren baru lelucon, baru main-main saudara ada 1 orang katanya diduga mempersekusi 2 oknum Banser itu buru-buru ditangkap. Sementara kasus Sukmawati hingga kini macet. Saya tanya adil nggak? Dagelan bukan? Mereka mempertontonkan ketidakadilan, mereka terang-terangan tidak berbuat adil. Mempertontonkan ketidakadilan adalah kemungkaran,” tambahnya.

Menurut Novel, perlakuan hukum yang berbeda itu menimbulkan banyak reaksi. Banyak masyarakat yang kecewa dengan tidak tegaknya hukum.

“Bagaimana pun, siapa pun hukum ini harus tegak, tidak boleh pandang bulu. Siap tegakkan keadilan, siap tegakkan hukum, siap menyatakan Sukmawati, siap penjarakan Muwafiq, siap penjarakan Ade Armando? Kenapa rentetan-rentetan itu bisa terjadi? Tak lain dan tak bukan tumpul, mandul dan tak berdaya hukum di Indonesia saudara-saudara, betul?” tandas Novel.[sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *