Mayat Pelajar SMP Hanyut di Tangsel Ditemukan, Langsung Dimakamkan Tengah Malam

  • Whatsapp
Tims rescue mengevakuasi mayat pelajar SMP yang hanyut di kali Pondok Maharta seeblumnya,

INDOPOLITIKA.COM – Teknik menebar jaring yang dipakai Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terbukti efektif. Tim rescue gabungan berhasil menemukan mayat Desta, 14 tahun, bocah yang sempat hilang akibat terseret banjir saat berenang bersama teman-temannya, Selasa, (25/2/2020) siang kemarin.

“Lokasi (penemuan Desta) sama dengan posisi ditemukannya Nazar,” ungkap Komandan Rescue Satpol PP Tangsel, Badawi, kemarin.

Bacaan Lainnya

Desta ditemukan bawah jembatan Keramat RT 001/02, Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pukul 07.20 WIB pagi tadi. Kedua bocah ini terseret banjir di Kali Angke, perumahan Pondok Maharta, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren.

Badawi jelaskan, usai mengevakuasi Desta tim kembali melakukan pemasangan jaring pada titik yang sama. Tim rescue terus melakukan pemantauan dengan lampu penerangan. “Jam 21.40 mayat Desta menghampiri,” jelasnya.

Badawi bilang, jasad Desta mengapung mengikuti arus air. Kondisi jasad itu bocah masih mengenakan pakaian utuh. “Alhamdulillah teknik tebar jaring cukup efektif,” terangnya.

“Langsung dimakamkan malam ini juga pukul 23.50 tadi,” ungkap Urip Supriyatna, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Selatan.

Tragedi itu bermula ketika kedua bocah teman sepermainan tersebut tengah asyik berenang di sekitar perumahan Pondok Maharta, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, kemarin. Desta dan Nazar hanyut dan terseret derasnya arus banjir kemarin.

Urip menjelaskan, usai dievakuasi ke daratan di lokasi ditemukan jasad Desta langsung dibawa ke rumah duka Gang Lurah RT 003/003 Nomor 147 C, Pondok Kacang Timur. “(pemakaman) tadi di TPU Pondok Kacang Prima,” jelasnya. Desta dan Nazar, lanjut Urip, terseret arus banjir mencapai kisaran 2 kilometer.

Setelah penemuan mayat pertama areal pencarian dibagi dua arah. Tim resque gabungan melakukan pembongkaran tumpukan sampah dan memeriksa semak-semak ke arah korban pertama hanyut. “Dan melakukan hal yang sama ke arah hilir mengikuti arus sampai dengan radius 2 kilometer,” terangnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *