Media AS Kembali Ungkit Pasien Pertama Covid-19 adalah Warga Wuhan Cina

  • Whatsapp
Anggota staf medis terlihat mengenakan pakaian pelindung di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, Cina, pada 25 Januari 2020. (Foto oleh AFP)

INDOPOLITIKA.COM – Perdebatan terkait sumber penyebaran virus corona jenis baru atau covid-19 antara Cina dan Amerika Serikat (AS) kembali sengit. Setelah Cina menuding seorang tentara AS sebagai pasien 0 (nol) atau manusia pertama yang mengidap virus Corona, Kini giliran media-media AS kembali melaporkan pasien nol itu adalah seorang penjual udang di salah satu pasar Wuhan, Cina.

Adalah Wall Street Journal yang melaporkan bahwa, Wei Guixian (57) disebut-sebut sebagai orang pertama yang terdampak virus itu. Bahkan, dimungkinkan wanita paruh baya itu adalah ‘pasien nol’. Sebab, lokasi asal dia berjualan di pasal Huanan, Wuhan dipercaya menjadi tempat penyebaran virus mematikan itu.

Berita Lainnya

Berdasarkan laporannya, pada 10 Desember 2019 lalu, Wei sedang bekerja meski ada gejala flu. Merasa flu itu merupakan kebiasaanya ketika musim dingin, Wei, tak lantas khawatir berlebih dan memutuskan mengunjungi klinik kecil setempat di hari yang sama untuk perawatan.

Kondisinya yang membaik menyebabkan Wei kembali bekerja, sehingga kemungkinan pada saat penyebaran wabah dimulai. “Saya merasa sedikit lelah, tetapi tidak selelah tahun-tahun sebelumnya,” katanya seperti dilansir NY Post, Sabtu (28/3/2020).

Wei kembali mengunjungi klinik setempat pada keesokan harinya, 11 Desember 2019 dan menerima suntikan. Namun berbeda dengan sebelumnya, Wei merasa tidak lebih baik dan memutuskan untuk berobat ke Rumah Sakit di Wuhan.

“Dokter di Rumah Sakit tidak dapat menemukan apa yang salah dengan saya dan memberi saya pil,” kata Wei.

Dia juga menyebut, setelah berobat, gejala yang ia alami masih kentara dan tak kunjung sembuh. Bahkan, pada saat yang sama, ia juga merasa jauh lebih buruk dari pada sebelumnya.

“Aku tidak memiliki kekuatan atau energi (setelahnya)” jelasnya.

Semakin parah, Wei pada 16 Desember selanjutnya pergi ke Rumah Sakit Union Wuhan, yang merupakan RS terbesar di kotanya untuk diperiksa. Dokter yang menanganinya menjelaskan, penyakit yang dialami Wei merupakan penyakit ‘kejam’ dan mengungkapkan pada Wei, bahwa beberapa orang di pasar tempat berjualannya juga telah datang berobat dan mengalami gejala yang sama.

Wei akhirnya dikarantina pada akhir Desember 2019 lalu. Lebih lanjut, pada 31 Desember, Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan mengungkapkan, bahwa Wei adalah satu di antara 27 pasien pertama yang dites positif Covid-19, dan satu dari 24 kasus dengan hubungan langsung ke pasar makanan laut.

Wei, yang sejak itu pulih dan meninggalkan rumah sakit pada Januari, mengklaim, kemungkinan penularan infeksi berasal dari salah satu toilet pasar. Pasar yang dimaksud adalah pasar tempatnya berjualan bersama para penjual daging dan kebutuhan lainnya.

Berdasarkan informasi, salah satu putri Wei dan keponakan dari suaminya juga disebut positif terdampak wabah itu. Hingga kini Wei dimungkinkan sebagai “pasien nol” di lokasi tersebut. Namun demikian, masih belum jelas apakah dia orang pertama yang pernah terkontak virus corona baru di negara itu atau tidak.

Sebelumnya, seorang diplomat China Zhao Lijian pernah melempar pernyataan bahwa ia curiga dengan seorang tentara perwakilan Amerika Serikat yang mengikuti Pertandingan Militer Dunia telah membawa virus corona baru ke Wuhan.

Zhao mendesak agar Amerika segera mengungkap informasi dan menerapkan transparansi pada kasus virus corona inir Dunia pada Oktober 2019 lalu. [rif]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *