Megawati Sebut Jangan Paksa Anak ke Politik, Masinton: Enggak Nyindir Siapa-Siapa Kok

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Masinton Pasaribu menepis spekulasi publik mengenai pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ‘jangan paksakan anak maju di 2024’.

Menurut Masinton, pernyataan Ketum partai berlogo banteng tersebut tidak untuk menyindir siapa-siapa. Hal tersebut, kata Dia adalah hal yang biasa. Dan juga pernah disampaikan beberapa tahun lalu.

Bacaan Lainnya

“Itu kan pernyataan buat internal kader, buat kami itu bukan yang baru. Dalam sebuah pembekalan internal, hal itu beliau sampaikan. Dua tahun lalu juga disampaikan begitu,” kata Masinton kepada wartawan di Bareskrim Polri, Rabu (26/2/2020).

Masinton meyampaikan, PDIP adalah partai terbuka. Semua orang punya kans untuk maju dalam pemilihan melalui PDIP. “Tugasnya menyiapkan kaderisasi dan terbuka untuk siapapun,” lanjutnya.

Sebelumnya pernyataan Megawati itu disampaikan saat menghadiri acara di kantor DPP PDIP Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Mulanya Megawati berbicara mengenai peta perpolitikan Indonesia pada 2024. Megawati pun meminta kadernya untuk tidak memaksakan anak dan keluarganya masuk ke dunia politik. Terlebih jika tak memiliki kemampuan untuk maju pada 2024.

“Tapi berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa, jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak enggak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo. Kalau enggak anake, kalau ndak istrine, kalau enggak ponakane,” ujarnya.

Putri Presiden Soekarno itu menyadari, tentu akan ada orang yang kemudian mengaitkan dirinya dengan Ketua DPR Puan Maharani. Namun Megawati menegaskan tak pernah memaksa Puan untuk masuk dunia politik.

“Ada orang yang ngomong Mbak Puan jadi Ketua DPR, itu saya yang angkat angkat, mana mungkin, memang suaranya gede. Enggak ada yang bisa nahan. Begitu. Janganlah, yang namanya sudah. Mabok saya dengarnya,” tutur Megawati.

Megawati pun meminta PDIP tak menjadi partai keluarga. Dia meminta adanya regenerasi ke depannya di dalam PDIP sehingga partai menjadi berkembang.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *