Membaca Kemungkinan Tiga Pasang di Pilpres 2024, Siapa Unggul?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Laga Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 bakal menjadi pertarungan pasar terbuka. Semua figur bisa unjuk gigi lantaran Presiden Joko Widodo sudah tidak mungkin lagi maju pada Pilpres mendatang. Sementara Wakil Presiden, Maruf Amin disebut-sebut tidak akan mungkin maju dalam laga panas tersebut.

Sebagai catatan, meski Pilpres bakal dilangsungkan tahun 2024, namun tahapannya sudah akan dimulai dari tahun 2022.

Berita Lainnya

“Saya kira Pilpres 2024 nanti bakal lebih menarik dibanding Pilpres sebelumnya. Selain bakal menampilkan kontestan baru, saya kira juga bakal didominasi kelompok muda yang lebih bisa memberikan gagasan dan program yang juga menarik,” ungkap Pengamat Politik Indo Strategi, Musthafa Hadi kepada Indopolitika.com Senin, (03/05).

Menurut Hadi, diantara figur yang dinilai kuat bakal tampil dalam laga Pilpres nanti setidaknya ada enam, yaitu Prabowo Subianto, Puan Maharani, Airlangga Hartarto ,Khofifah Indar Parawangsa, Anies Baswedan dan Erick Thohir.

“Ini berdasarkan hasil survei beberapa lembaga yah, bisa jadi iya bisa jadi tidak. Terutama Prabowo yang sudah tiga kali maju dalam laga serupa dan mengalami kekalahan. Saya kira butuh pertimbangan yang cukup untuk kembali maju,” jelas Hadi.

Ketika ditanya soal peluang munculnya tiga pasangan calon, hadi menyebut kemungkinan ketiga pasangan tersebut antara lain, Prabowo-Puan, Airlangga-Khofifah, Anies-Erick. Menurutnya secara irisan politik maupun kedekatan, tiga pasangan ini sangat mungkin terjadi.

“Prabowo-Puan sudah bisa prediksi diusung oleh Gerindra dan PDIP. Untuk syarat minimal, sudah pasti lolos, lah dua partai ini termasuk partai dengan perolehan suara terbesar di pemilu yang lalu,” imbuhnya.

Kamudian soal duet Airlangga-Khofifah. Menurutnya agak sulit tapi masih bisa lolos syarat minimal dukungan partai. Partai Golkar pada pemilu lalu meraih dukungan 12,31%, artinya masih butuh dukungan partai lain yang bisa melengkapi.

“Kalau PKB sebagai rumah Khofifah masuk dan mendukung duet ini, lolos ini barang. Hanya kan kita tahu juga gimana ngebetnya Cak Imin sejak 2014 kepingin maju tapi belum juga kesampean,” katanya lagi.

Tersisa partai menengah yang mungkin bisa mendukung duet Anies-Erick. Andaikata kompak dan solid, duet ini juga bakal lolos syarat di KPU. “Kalah NasDem, PKS, Demokrat dan PPP bulat mendukung duet Anies-Erick, jadilah ini barang. Apalagi kita tahu Surya Paloh sudah sejak lama ngasih signal agar Anies Maju,” tukasny.

Terkait peluang keterpilihan, Hadi menyebut masih sangat cair dan dinamis. Kalkulasinya jika dengan ukuran elektabilitas figur tentu Anies yang unggul.

“Tapi kalau hitungannya jumlah dukungan partai dan jumlah suara di Parlemen artinya linier, maka jelas duet Prabowo-Puan yang menang. Hanya saja begini, tradisi politik di kita tidak seperti itu, soal dukungan partai biasanya tidak selalu sama dengan, bisa saja partainya A tapi figur untuk Capresnya justru berlawanan. Kita simak gimana menariknya Pilpres nanti,” pungkasnya. [dbm]

 

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *