INDOPOLITIKA – Aktris Aurelie Moeremans tengah menjadi sorotan publik setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings pada akhir 2025. Sejak Minggu (11/1) hingga Senin (12/1), nama Aurelie Moeremans dan judul buku tersebut ramai diperbincangkan dan masuk jajaran topik trending di media sosial.

Perhatian publik tertuju pada isi buku yang mengangkat pengalaman pribadi Aurelie Moeremans sebagai korban manipulasi dalam sebuah hubungan. Kisah tersebut disebut terjadi ketika Aurelie masih berusia sangat muda dan melibatkan sosok pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya.

Memoar Broken Strings juga menyeret sejumlah nama yang pernah hadir dalam kehidupan Aurelie, termasuk mantan kekasihnya, musisi Roby Tremoti. Buku ini ditulis dari sudut pandang korban dan menggambarkan perjalanan hidup Aurelie sejak masa kanak-kanak.

Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan masa kecilnya yang penuh keterbatasan di Belgia. Ia tumbuh sebagai pribadi pemalu dan harus menghadapi berbagai situasi tidak menyenangkan, mulai dari perundungan hingga lingkungan yang keras.

Meski demikian, Aurelie berusaha menjalani hidup dengan tetap menjadi anak yang patuh dan baik.

Memasuki usia remaja, Aurelie mendapat peluang untuk terjun ke dunia hiburan Indonesia melalui ajang pencarian bakat. Kesempatan tersebut membuka jalan bagi kariernya di dunia sinetron dan periklanan.

Di tengah fase baru kehidupannya, Aurelie bertemu dengan seorang pria bernama Bobby. Hubungan keduanya berkembang dengan cepat, meski sejak awal telah menunjukkan tanda-tanda tidak sehat, seperti sikap posesif, manipulatif, dan kontrol berlebihan.

Seiring waktu, Aurelie mengaku terjerat dalam hubungan yang bersifat toksik. Ia dijauhkan dari lingkungan sosialnya dan mengalami tekanan psikologis yang berujung pada kekerasan seksual, yang kala itu tidak ia sadari karena dibungkus janji pernikahan.

Situasi tersebut membuat kehidupan Aurelie semakin terpuruk hingga akhirnya ia berusaha keluar dari hubungan tersebut dan memulai proses pemulihan dari trauma yang dialaminya.

Buku Broken Strings dirilis secara gratis melalui media sosial Aurelie dalam dua versi bahasa, Indonesia dan Inggris. Meski menggunakan nama samaran, kisah yang diangkat memicu kembali pembahasan publik terkait masa lalu Aurelie dan mengaitkannya dengan Roby Tremoti.

Sebelumnya, Aurelie sempat mengungkap bahwa dirinya pernah menikah secara tidak tercatat pada 2011 saat berusia 18 tahun. Dalam unggahan media sosial tahun 2020, Aurelie menyebut pernikahan tersebut dilandasi keterpaksaan dan disertai ancaman jika ia mencoba mengakhiri hubungan.

Sejak memoar itu dipublikasikan, Aurelie menerima banyak dukungan dari warganet. Namun, di sisi lain, Roby Tremoti menyatakan melalui unggahan media sosial pada Jumat (9/1) bahwa dirinya menjadi sasaran komentar negatif dan tudingan yang ia anggap mencemarkan nama baiknya. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com