Menag Kecam Kekerasan Lembantongoa Sigi, Harap Polisi Segera Tangkap Pelaku

  • Whatsapp
Salah satu rumah warga di Lembantongoa kabupaten Sigi yang dibakar OTK (Sumber : Dok. Polda Sulteng)

INDOPOLITIKA.COM – Menag Fachrul Razi mengecam terjadinya kekerasan di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulteng. Rumah ibadah Bala Keselamatan dan enam rumah warga dibakar. Ada juga korban jiwa.

“Saya sampaikan duka mendalam kepada keluarga yang menjadi korban. Saya juga mengecam karena tindakan semacam ini tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun. Anarkisme dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan,” ungkap Fachrul Razi, di Jakarta, kemarin.

Berita Lainnya

Menag berharap dan percaya polisi akan segera mengungkap modus dan pelaku kejahatan ini, serta menangkap dan menindak tegas para pelakunya.

Menag mengaku sudah meminta jajarannya di Kemenag Sulteng untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak kepolisian setempat untuk menyelesaikan persoalan ini. Kanwil Kemenag Sulteng juga diminta ikut menenangkan warga agar tidak terprovokasi dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat  Gereja Bala Keselamatan di Indonesia dan dunia meminta para jemaah tetap tenang namun waspada, dalam menyikapi pasca-teror berdarah di Sigi, Sulawesi Tengah, Jum’at (27/11/2020).

“Mengimbau agar para Opsir Bala Keselamatan dan seluruh jemaat Gereja Bala Keselamatan tetap tenang, namun waspada dan berhati-hati. Diharapkan tidak menyebarkan informasi dan gambar yang tidak benar/tidak layak disebarkan berkaitan dengan peristiwa ini melalui media apa saja, agar tidak meresahkan kehidupan sosial kemasyarakatan,” demikian pernyataan resmi PP Gereja Bala Keselamatan, dikutip dari situs resminya, Sabtu (28/11/2020).

Gereja Bala Keselamatan meminta jamaah menyebarkan informasi pengharapan dan berdoa bersama agar situasi kembali kondusif. “Mari sebarkan berita pengharapan dan galang kesatuan dalam doa untuk saling menguatkan. Kami mengajak agar dalam ibadah Hari Minggu, 29 November 2020 dilaksanakan doa khusus di masing-masing tempat (rumah dan gereja sesuai protokol kesehatan) dengan hening 3 menit untuk mendoakan keluarga dan jemaat yang berduka,” demikian kelanjutannya.

Sebelumnya, empat orang warga Desa Lembatonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menjadi korban pembunuhan diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Setelah mendapatkan informasi demikian, kepolisian menyatakan tindakan para gerombolan tersebut bertujuan untuk menebarkan teror di masyarakat.

“Jadi mereka kadang-kadang suka melakukan aksi secara acak. Namanya teroris, jadi melakukan tindakan teror untuk menakut-nakuti masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Polisi Didik Suparnoto saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/11/2020).

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *