INDOPOLITIKAManchester City akhirnya bisa menaklukan stadion Anfield, sejak 2021. Bertamu ke kandang Liverpool pada pekan ke-25 Liga Premier, Minggu (8/2/2026) malam, tim asuhan Pep Guardiola sukses menang dengan skor akhir 2-1.

Liverpool sejatinya sempat unggul terlebih dahulu berkat gol Dominik Szoboszlai menit 74′. Namun Manchester biru mampu membalikan keadaan menjadi 2-1 berkat gol Bernardo Silva (84′) dan Erling Haaland (90+3′).

Momen Kontroversi

Laga ini diwarnai momen kontroversial dari wasit. Pada menit ke-10 waktu tambahan babak kedua di Anfield, saat Liverpool mati-matian berusaha mencari gol penyeimbang, kiper Liverpool Alisson Becker meninggalkan gawangnya untuk bergabung dengan serangan, meninggalkan celah besar di belakangnya.

Setelah kehilangan penguasaan bola oleh tim tuan rumah di lini tengah, Manchester City melakukan serangan balik. Rayan Cherki menerima bola di lini tengah dan langsung menembak, mengirim bola langsung ke gawang Liverpool yang kosong.

Pada saat yang sama, Erling Haaland maju ke depan dan dijatuhkan dari belakang oleh Dominik Szoboszlai. Akibatnya, striker Manchester City itu kehilangan keseimbangan dan harus menjatuhkan gelandang Liverpool tersebut.

Bola bergulir melewati garis gawang tanpa disentuh oleh kedua pemain. Cherki bersorak bersama para pendukung tim tamu.

Wasit Craig Pawson awalnya mengesahkan gol tersebut, menyebabkan para pemain Manchester City bersorak gembira. Papan skor langsung berubah menjadi 3-1 untuk keunggulan tim tamu. Namun kegembiraan itu hanya berlangsung singkat, karena VAR turun tangan.

Setelah meninjau situasi, wasit memutuskan untuk membatalkan gol tersebut, dengan alasan pelanggaran Szoboszlai terhadap Haaland terjadi sebelum bola melewati garis gawang.

Tidak hanya itu, gelandang Liverpool itu juga menerima kartu merah langsung karena pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas.

Man City hanya mendapatkan tendangan bebas tepat di luar kotak penalti, yang dieksekusi Cherki namun melenceng, dan Liverpool menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

“Haaland melakukan pelanggaran ceroboh dengan menarik baju Szoboszlai,” jelas wasit di lapangan.

“Namun sebelum itu, Szoboszlai telah melakukan pelanggaran dengan menarik lawan dan mencegah peluang mencetak gol yang jelas. Keputusan akhirnya adalah Man City mendapatkan tendangan bebas dan Szoboszlai menerima kartu merah.”

Keputusan wasit langsung memicu gelombang kemarahan. Bagi Liverpool, perasaan ketidakadilan itu datang dengan cara yang tidak menyenangkan.

Mereka sudah tertinggal 1-2, dan gol ketiga yang dianulir tidak mengubah hasil akhir secara signifikan. Namun, kartu merah untuk Szoboszlai terbukti merugikan tim Anfield, karena gelandang kunci itu akan absen pada pertandingan berikutnya melawan Sunderland.

Manchester City juga tidak senang dengan keputusan tersebut. Gelandang Bernardo Silva mengatakan setelah pertandingan bahwa timnya memahami pentingnya setiap gol pada saat ini.

Selisih poin dengan Arsenal tetap 6 poin, dan selisih gol bisa menjadi faktor penentu saat musim memasuki tahap akhir. Gol yang dianulir berarti Manchester City kehilangan kesempatan untuk menang dengan selisih yang lebih besar dalam pertandingan di mana mereka berada di bawah tekanan yang cukup besar.

Di Sky Sports, mantan bek Gary Neville menyebut wasit Pawson sebagai “perusak momen”.

“Dia adalah perusak momen,” tambah Neville.

“Dia membiarkan gol itu terjadi begitu saja. Wasit baru saja merusak momen hebat musim ini.”

Bahkan Haaland, yang terlibat langsung dalam kejadian tersebut, keberatan dengan keputusan itu. Striker Norwegia itu mengerti bahwa wasit hanya mengikuti aturan, tetapi merasa kasihan pada Szoboszlai dan pada pertandingan itu sendiri.

“Mungkin gol itu seharusnya dikabulkan dan kartu merah diabaikan,” kata Haaland.

“Tapi itulah aturannya.”

Man City pulang dengan tiga poin berharga, melanjutkan pengejaran mereka terhadap Arsenal dalam perebutan gelar dengan keunggulan enam poin.

Sementara itu, Liverpool kembali terpukul dengan ambisi mereka untuk masuk 4 besar, karena kini tertinggal lima poin dari Man Utd. Namun, dengan 13 pertandingan tersisa di musim ini, baik Man City maupun Liverpool masih bisa berupaya mencapai tujuan mereka. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com