Menanti Kinerja Punggawa Baru Polri

  • Whatsapp
Kapolri Idham Azis

INDOPOLITIKA.COM – Setelah Jenderal Tito Karnavian menempati posisi barunya sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menggantikan Tjahyo Kumolo, jabatan Kapolri saat ini dipastikan mengalami kekosongan.

Meski sejumlah pengamat menilai penunjukan Jenderal Tito sebagai Medagri terkesan mendadak, namun publik berharap Kapolri yang baru dapat membawa Korps Bhayangkara itu lebih baik.

Baca Juga:

Salah satunya diungkapkan direktur eksekutif Progress Indonesia Idrus Mony. Menurut dia, penunjukan Jenderal Tito sebagai Mendagri berselang hanya sehari setelah Mantan Kapolda Metro Jaya itu dipanggil menghadap ke Istana untuk menerima amanah dari Presiden Joko Wododo.

“Sekarang kita tinggal menunggu punggawa baru di tubuh Tribrata, kemarin siang DPR melalui pimpinannya menyampaikan surat yang dikirim oleh pihak istana dalam rangka menunjuk Komjen Pol. Idham Azis sebagai satu-satunya nama yang disodorkan oleh saudara Presiden,” ujar Idrus ketika dihubungi Indopolitika, Kamis (24/10).

Publik tinggal menunggu hari dimana dilakukan fit & propert test kepada Komjen Pol. Idham Azis yang dilakukan oleh Komisi III DPR-RI.

“Sudah bisa dipastikan bahwa beliau akan melenggang bebas sebagai Kapolri mengingat koalisi parpol pendukung  pemerintah menguasai komposisi dewan,” ucap Idrus.

Idrus berharap agar penegakan hukum dibawah kepemimpinan Kapolri yang baru tanpa pandang bulu.

“Publik hanya menginginkan adanya penegakan hukum (Law Enforcement) dilakukan tanpa ada pandang bulu. Kesan tajam ke bawah dan tumpul keatas semoga tidak terjadi pada masa kepemimpinan Kapolri baru,” harap Idrus.

Polisi sesungguhnya adalah penjaga nilai-nilai masyarakat (The Guard Of Civilitation Value). Polisi harus bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, sebagai pengayom masyarakat dan bukan sebaliknya.

“Kesan ini muncul mengingat banyak kasus yang terjadi di masyarakat, dimana aparat kepolisian terkesan berpihak kepada mereka yang unggul secara ekonomi. Bukan cerita fiktif bahwa banyak upaya penegakan hukum yang ditangani oleh kepolisian berjalan di tempat berhubungan dengan jika pelapor adalah masyarakat biasa,” imbuh Idrus.

Untuk itu ia berharap tindakan penegakan hukum di ke[polisian ke depan dilakukan secara terukur bukan hanya sebagai slogan semata yang didengung-dengungkan melalui ‘Promotor’.

Idrus menyayangkan kebijakan Kapolri selama ini hanya lebih menyentuh kepada pesanan rezim berkuasa.  Dimana sejauh ini publik melihat sikap dan tindakan Kapolri sarat dengan kepentingan politik semata.

“Sebut saja antara oposisi dengan rezim yang berkuasa akhir-akhir ini ini terjadi disharmonis dengan berbagai kasus penangkapan terhadap beberapa aktivis oposisi yang coba kritis terhadap rezim yang berkuasa melalui berbagai kebijakan yang dilahirkan,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap agar Kapolri yang baru memiliki semangat untuk merubah paradigma lama di jajaran kepolisian yang selama ini terkesan merangkul kawan sejalan karena kedekatan bukan karena prestasi ditonjolkan.

Selain itu ia juga mengharapkan Kapolri baru yang rekam jejaknya di dunia reserse sudah tidak diragukan, apalagi rekan akrab mantan Kapolri ini dianggap sukses pada masa penangkapan pelaku yang menjadi gembong teroris di indonesia yakni Nurdin M Top dan DR Azhari di Batu Malang.

“Bravo Kapolri baru semoga ekspektasi publik bisa di emban dan direalisasikan dengan menjadikan polri sebagai institusi penegak hukum yang Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter),” harap Idrus.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *