Mendagri Ingatkan Penggunaan Anggaran Harus Tepat Sasaran

  • Whatsapp
Mendagri Tito Karnavian

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berbicara masalah penyusunan KUA-PPAS DKI Jakarta. Tito wanti-wanti agar dalam penggunaan anggaran harus tepat sasaran. Tetapi, dia bicara tidak spesifik tengah bicara terkait masalah Gubernur Anies.

“Saya tidak pernah secara spesifik menyampaikan masalah DKI tidak. Cuma begini, salah satu tugas Menteri Dalam Negeri itu adalah melakukan pembinaan pembangunan. Artinya, ada Rp 800 triliun lebih yang ditransfer ke daerah. Itu harus tepat sasaran,” kata Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Baca Juga:

Mantan Kapolri itu menuturkan, salah satu upaya yang dilakukannya, harus mensinkronkan visi misi Presiden, dengan kebutuhan khas masyarakat pembangunan lokal.

“Kita tahu apa yang disampaikan bapak Presiden, ada lima hal yang penting, yaitu pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, kemudian mempermudah regulasi, terutama masalah investasi untuk memperluas lapangan kerja. Jangan sampai ada aturan-aturan yang menghambat investasi untuk lapangan kerja,” ungkap Tito.

“Karena kita negara yang bonus demografi angka usia produktif yang sangat tinggi. Kalau seandainya, mereka enggak dapat lapangan kerja nanti akan berkonflik, kemudian pelanggaran hukum, gangguan kriminalitas. Kalau mereka mendapatkan lapangan kerja, gangguan-gangguan itu tidak terjadi,” tukasnya.

Diketahui keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Ini karena anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2019 hampir defisit.

Selain itu, perubahan rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020 juga berubah dari Rp 95,995 triliun turun sekitar Rp 6,5 triliun menjadi Rp 89,4 triliun. Ini mengindikasikan bahwa semakin lama, keuangan daerah dikelola dengan tidak cermat dan tidak profesional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *