Menekan Angka Perceraian MUI Setuju Kursus Pranikah Berlaku Tahun Depan

  • Whatsapp
Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis.

INDOPOLITIKA.COM– Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepakat diterapkannya kursus pranikah mulai tahun depan, 2020. Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis mengatakan dengan adanya pelatihan pra nikah menjadi bekal awal dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Kata dia, saat ini angka perceraian jumlahnya semakin meningkat.  Lantaran banyak pasangan muda yang belum paham tanggungjawab membina keluarga.

Berita Lainnya

“Ya setuju mau diterapkan tahun ini, saya setuju, karena memang banyak angka perceraian dan banyak juga orang masuk di kehidupan keluarga, pernikahan, tanpa bekal yang cukup,” kata Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis.

Menurutnya, pelatihan persyaratan pranikah ini tentunya akan menjadi bekal bagi pasangan yang hendak melakukan janji suci pernikahan. Akan tetapi ia meminta agar program ini tidak memberatkan calon pengantin.

“Tak cukup hanya nasihat perkawinan pada saat akad nikah, mungkin tidak begitu konsentrasi, tidak begitu cukup waktu, sehingga itu hanya seremonial saja, maka diperlukan diberi pemahaman. Tapi jangan sampai menghambat dan menunda pernikahan gara-gara ada sertifikasi itu,” ucap Cholil.

Cholis menganjurkan kepada pasangan calon pengantin atau yang belum memiliki pasangan agar melakukan kursus pranikah terlebih dahulu. Tujuannya agar ketika memutuskan untuk menikah sudah memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjalani kehidupan baru membangun sebuah keluarga yang sehat dan bahagia.

“Tetapi lebih kepada memberi bekal bagaimana mengarungi hidup berkeluarga. Termasuk di antaranya hubungan suami istri, mendidik anak, dan bagaimana ketentuan-ketentuan menurut agama dan menurut pemerintah. Tapi jangan sampai orang tidak diperbolehkan menikah tanpa adanya kursus. Jadi kursus dibangun di atas kesadaran, dibangun atas sukarela, dan untuk membangun keluarga yang lebih baik,” tutur Cholil.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berencana menerapkan program kursus atau pembekalan pranikah mulai tahun depan.

Muhadjir menjelaskan program pembekalan pranikah bukanlah sertifikasi. Melainkan program itu merupakan pembekalan bagi mereka yang hendak melangsungkan pernikahan, dan di akhir pembekalan mereka akan memperoleh sertifikat.[pit]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *