Internasional

Mengenal Sosok Scott Morrison, Perdana Menteri Baru Australia

Scott Morrison terpilih sebagai Perdana Menteri Australia yang baru menggantikan Malcolm Turnbull pada Jumat 24 Agustus 2018 (Foto: AFP).

Canberra: Scott Morrison akhirnya terpilih sebagai Perdana Menteri Australia yang baru. Dia menggantikan Malcolm Turnbull yang dilengserkan dari Ketua Partai Liberal.
 
Morrison atau biasa dikenal dengan ScoMo, naik pangkat dari Menteri Keuangan menjadi perdana menteri setelah memenangkan pemilihan Ketua Partai Liberal melawan Peter Dutton. Morrison menang 45 suara dari 40 suara yang diraih Dutton.
 
Putra dari perwira polisi ini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan memiliki potensi pemimpin. Potensi ini sudah diakui oleh para kolega ScoMo.
 
Salah satu pernyataan dikeluarkan oleh seorang anggota parlemen kepada tabloid Australian Women's Weekly pada 2015. Saat itu Malcolm Turnbull menantang kepemimpinan Tony Abbott. "Jika kita kalah di pemilu berikutnya, Scott Morrison akan jadi pemimpin".
 
Namun pada akhirnya Morrison memberikan dukungan kuat kepada Turnbull, meskipun sudah mengutarakan ketertarikan untuk menjabat setelah muncul poling buruk terhadap Turnbull.
 
Pada April lalu, Morrison sempat menegaskan kepada ABC bahwa dirinya tidak memiliki ambisi menjadi PM selama Turnbull masih menjabat. Baginya, Turnbull menjadi orang yang tepat memimpin partai.
 
"Tapi saya akan tertarik mengajukan diri, jika memang kesempatan itu datang," tutur Morrison, kepada ABC pada April.
 
Kesempatan Morrison akhirnya datang pekan ini ketika mencari dukungan kepemimpinan, usai tiga menteri secara publik yang menyatakan Turnbull tidak lagi mendapatkan dukungan dari Partai Liberal.
 
Sosok penganut Kristen Evangelis dan anggota Gereja Horizon, Morrison menarik suara dari pihak konservatif sosial dari Partai Liberal.
 
"Tumbuh dari lingkungan Kristen yang taat, saya berkomitmen kepada keyakinan saya pada saat muda," ujar Morrison dalam pidato pertamanya.
 
"Keyakinan saya terhadap Yesus bukan bagian dalam agenda politik. Bagi saya, keyakinan adalah pribadi, tetapi implikasinya terkait secara sosial," imbuhnya.
 
Dibesarkan di pinggiran Sydney di Bronte, ayah Morrison adalah seorang petugas polisi yang kemudian menjadi anggota parlemen dan menjat Wali Kota Waverley. Saat kecil, Morrison pernah muncul dalam iklan televisi obat batuk Vicks dengan slogan 'Vicks'll lick a ticklin' throat'.
 
Dari segi hiburan, Morrison merupakan penggemar penyanyi Tina Arena. Politikus berusia 68 tahun juga dikenal sebagai penggemar klub rugby Cronulla-Sutherland Sharks.
 
Masuk ke politik
 
Suami dari Jenny Warren ini awalanya bekerja di bidang properti dan industri pariwisata. Dia memegang posisi di Dewan Properti Australia, Gugus Tugas Pariwisata dan Olahraga Australia di Selandia Baru.
 
Ketika kembali ke Australia, Morrison menjadi Direktur Partai Liberal wilayah New South Wales pada tahun 2000. Kemudian pada 2004 pria yang sudah mengenal istrinya sejak usia 16 tahun itu, memimpin kampanye Tourism Australia dengan kampanye kontroversial 'Where the bloody hell are you?'.
 
Tidak seperti saingannya, Peter Dutton, Morrison mendukung kebijakan mantan PM Kevin Rudd kepada generasi yang hilang (untuk etnis aborigin) dan mengatakan bangga telah mendukung hal itu.
 
Tetapi Dutton dan Morrison memiliki kesamaan mengenai isu imigran. Di bawah pemerintahan mantan PM Tony Abbott, Morrison masuk ke dalam tim yang mengembakan kebijakan 'Operation Sovereign Borders' untuk menghentikan kapal berisi imigran.
 
Pada Desember 2014 Morrison masuk ke dalam kabinet Abbott memegang jabatan Menteri Sosial. Tetapi kemudian dirinya diangkat sebagai Menteri Keuangan saat Malcolm Turnbull menggantikan Abbott.
 
 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close