Internasional

Meningkatkan Kapasitas Indonesia Melalui Konferensi Ekonomi Kreatif

World Conference Creative Economy (WCCE) yang diinisiasi Indonesia akan dilaksanakan pada November mendatang di Bali. (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: World Conference Creative Economy (WCCE) yang diinisiasi Indonesia akan dilaksanakan pada November mendatang di Bali. Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir mengatakan ekonomi kreatif ini merupakan bagian dari amanah konstitusi.
 
"Konferensi ini merupakan upaya peningkatan kapasitas kita, terutama dalam berkreasi," kata Fachir di Jakarta, Selasa 25 September 2018.
 
Menurut Fachir, ekonomi kreatif berkontribusi dalam mencapai tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang diterapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ada empat tujuan yang bisa dicapai oleh ekonomi kreatif.
 
"Ekonomi kreatif juga bagian dari upaya kita melakukan Sustainable Development Goals (SDGs). Ada empat goals (tujuan) yang menyangkut dari pelaksanaan kegiatan ini, seperti pendidikan, pembangunan, perumahan dan lain sebagainya," imbuh Fachir.
 
Fachir menambahkan acara WCCE ini sifatnya lebih kepada kreatif. Maka dari itu para peserta yang hadir, tak hanya dari Indonesia, namun dari 50 negara.
 
Nantinya mereka akan saling berbagi kepada para pelaku industri kreatif. Konsep saling berbagi ini sejalan dengan tema WCCE, yaitu Inclusively Creative.
 
"Nantinya akan ada lima isu utama, yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif," ucap Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf.
 
Acara ini akan diselenggarakan pada 6 sampai 8 November 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center. Berbagai tokoh internasional dan nasional telah menyatakan konfirmasinya untuk hadir di WCCE, antara lain Presiden China Film Corporation Le Kexi, Wakil Presiden LEGO Peter Trilingsgraad, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani serta CEO Tokopedia William Tanuwijaya.
 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close