Menkes Ungkap Varian Covid-19 India Sudah Masuk Jakarta, Seberapa Bahaya?

  • Whatsapp
Pemerintah Upayakan Tambahan Kapasitas Tempat Tidur Untuk Pasien COVID-19
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Ratas, Senin (11/01/2021) siang.

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkonfirmasi bahwa mutasi baru virus corona dari India terdeteksi ada dua di Jakarta.

“Sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India ada dua inisiden yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin usai melaporkan kepada Presiden Joko Widodo soal mutasi baru virus corona dari India dan Afrika Selatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/5/2021).

Berita Lainnya

“Dan satu insiden untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk, itu yang ada di Bali,” tambah Budi Gunadi Sadikin.

Mutasi-mutasi baru virus corona yang masuk dari Inggris, India, dan Afrika Selatan itu, menurut Menkes, adalah kategori yang sangat diperhatikan oleh WHO.

Lantaran, virus varian baru yang masuk dari Inggris, India, dan Afrika Selatan penularannya relatif lebih tinggi.

Varian baru virus corona dari India, dijuluki B.1.617, telah menyebabkan peningkatan kasus infeksi di negara asalnya dengan berkembang secara cepat.

Beberapa ahli khawatir varian India ini akan berubah menjadi jenis ‘mutasi super’ yang akan terus menyebar ke seluruh dunia.

Dilansir dari DW, varian ini memiliki dua mutasi pada protein lonjakannya, alat yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia, yakni E484Q dan E484K.

Virus dapat menyebar secara cepat ke seluruh tubuh jika dapat menghindari antibodi apa pun dalam sistem kekebalan, baik antibodi dari vaksin maupun infeksi Covid-19 sebelumnya.

Para ahli mengatakan ada risiko antibodi pada penyintas Covid-19 atau orang yang sudah divaksin tidak tahan terhadap varian baru ini karena kemungkinan antibodi seolah melawan bentuk virus lain.

Tetapi sebenarnya, dua mutasi pada protein lonjakan tersebut tidak sepenuhnya baru. Mutasi ini sudah teridentifikasi dalam varian lain, misalnya dari Afrika Selatan (B.1.353) dan Brasil (P1).

Dalam beberapa kasus, mutasi India juga terdeteksi pada varian Inggris , B.1.1.7.

Ada mutasi lain, seperti L452R, yang terdeteksi dalam varian virus California, B.1.429. Ini juga ditemukan pada varian di Jerman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorisasi varian India sebagai ‘varian yang diminati’, yang artinya sednag dipantau tetapi untuk saat ini bukan menjadi perhatian utama.

Tetapi sejumlah ahli melihat ancaman tersebut secara berbeda. Melihat perkembangan kasus saat ini, tampaknya dugaan para ahli ini kemungkinan benar.

Sebenarnya, dilansir BBC, peneliti belum memastikan apakah varian ini lebih menular atau resisten terhadap vaksin Covid-19 yang sudah beredar.

“Sebagian besar data seputar varian India tidak lengkap, dengan sangat sedikit sampel yang dibagikan, yakni 298 di India dan 656 di seluruh dunia,” ujar Jeremy Kamil, ahli virologi di Louisiana State University. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *