Menkeu Sri Mulyani : Pemasukan Kas Negara Dari Sektor Pajak Alami Penurunan

  • Whatsapp
Menkeu Sri Mulyani

INDOPOLITIKA.COM- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemasukan kas negara dari sektor pajak mengalami penurunan. Penurunan terjadi di sepanjang September 2019. Kata dia, gejala ini merupakan dampak dari pelemahan ekonomi global.

“ Kami lihat indikator ekonomi , penerimaan pajak dari berbagai sektor mengalami pelemahan (dampak) dari pelemahan ekonomi global. Misalnya, sektor manufaktur yang mengalami pendapatan turun sehingga pajak menurun,” kata Sri Mulyani

Baca Juga:

Sri Mulyani menambahkan  hampir semua sektor industri RI pemasukannya mengalami penurunan dan sangat berdampak pada kas negara.

Berdasarkan catatan dari Kemenkeu, pada periode yang sama di tahun 2018 sektor industri ini tumbuh 11,7 persen.  Sementara di akhir September 2019 tumbuh negatif 3,2 persen. Akibatnya, Kemenkeu hanya menerima sebesar Rp245,6 triliun.

Selanjutnya, data juga menunjukkan bahwa realisasi penerimaan sektor perdagangan sampai akhir September tercatat sebesar Rp 176, 2 triliun. Jumlah ini memiliki porsi 21 persen dari total penerimaan pajak. Sektor usaha ini hanya tumbuh 2,8 persen, jauh lebih rendah dari periode 2018 yang bisa tumbuh hingga 25,8 persen

Kemudian, penerimaan dari sektor jasa keuangan dan asuransi mencapai Rp120, 6 triliun atau menyumbang 14,4 persen dari total penerimaan pajak. Sektor ini hingga akhir September 2019 masih tumbuh 4,9 persen, meskipun lebih rendah dari periode September 2018 yang tumbuh 9,5 persen.

Adapun sektor transportasi dan pergudangan menjadi satu-satunya sektor usaha yang masih mencatatkan kinerja positif. Hingga akhir September 2019 mampu menyumbang pajak Rp 36, 3 triliun atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan. Realisasi pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan ini lebih tinggi dari September 2018 yang mencapai 12,6 persen.

Sementara  di sektor pertambangan menjadi sektor usaha yang paling dalam alami penurunan drastis. Sampai akhir September 2019 penerimaan sektor ini baru mencapai Rp 43,2 triliun. Angka ini, tumbuh negatif 20,6 persen dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2018 yang mampu tumbuh 69,9 persen.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *