Menko Airlangga Akui Terjadi Perlambatan Ekonomi di Indonesia

  • Whatsapp
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

INDOPOLITIKA.COM- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui terjadi perlambatan ekonomi pada triwulan III 2019. Kendati begitu nasib ekonomi Indonesia maih jauh lebih baik ketimbang negeri jiran.

“Meski terjadi perlambatan, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lainnya di ASEAN di antaranya Malaysia, Thailand, dan Singapura,” kata Airlangga dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (08/11/2019).

Baca Juga:

Airlangga mengatakan perlambatan pada triwulan III 2019 tidak terlalu mempengaruhi kinerja perekonomian nasional yang sepanjang tahun ini mengalami tantangan dari kondisi global. Ia menambahkan, fenomena tren perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dialami oleh Indonesia, namun sebagian besar negara di dunia.

“Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2019 cukup baik secara fundamental karena banyak negara justru mengalami perlambatan ekonomi yang lebih dalam, misalnya Cina, Amerika Serikat, dan Uni Eropa,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu sisi positif dari kinerja perekonomian ini adalah menurunnya tingkat pengangguran terbuka yang berarti pertumbuhan ekonomi telah memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh berkualitas dan stabil melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh sebagian besar masyarakat,” katanya.

Untuk mempertahankan momentum ini, Airlangga memastikan pemerintah akan memperkuat kondisi domestik agar kegiatan ekonomi dalam negeri tidak rentan terhadap tekanan eksternal.

“Pemerintah berupaya untuk mendorong pertumbuhan melalui debottlenecking perijinan melalui omnibus cipta kerja, penyusunan prioritas investasi dan menyiapkan kartu prakerja agar tenaga kerja lebih terampil untuk mengisi tantangan investasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2019 sebesar 5,02 persen atau melambat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *