Internasional

Menlu AS Ajak Diaspora Iran Dukung Protes Anti Pemerintah

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ajak warga Iran di luar negeri dukung demo Pemerintah Iran (Foto: AFP).

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengajak warga Iran yang ada di luar negeri (Diaspora Iran) untuk mendukung pengunjuk rasa di Iran.
 
Bentuk sokongan ini menjadi isyarat pemerintahan Presiden Donald Trump menginginkan perubahan di Iran. Terutama setalah AS mundur dari kesepakatan nuklir Iran.
 
Presiden Donald Trump memutuskan pada 8 Mei untuk mengaktifkan semua sanksi yang telah dicabut sebagai bagian dari perjanjian multi-negara yang bertujuan untuk mencegah program nuklir Iran berkembang.
 
Menyusul penarikan AS yang mengejutkan pihak sekutu, Pompeo pada 21 Mei meluncurkan 'strategi baru' yang dimaksudkan untuk memaksa Iran menyerah pada belasan tuntutan ketat atau menghadapi 'sanksi terkuat dalam sejarah'.
 
Langkah AS berikutnya adalah pada Minggu 22 Juli di Perpustakaan Kepresidenan Ronald Reagan di Simi Valley, California, ketika Menteri Luar Negeri Pompeo menyampaikan pidato berjudul 'Mendukung Suara Iran.'
 
Dengan peringatan Revolusi Islam 1979 yang akan mencapai 40 tahun, Pompeo menyebut Revolusi itu telah mencuri kemerdekaan dari rakyat Iran, terorisme di kawasan.
 
"Sudah waktunya melawan represi brutal di dalam negeri dan juga persekusi agama yang terus berjalan oleh Pemerintah Iran," ujar Pompeo, seperti dikutip AFP, Senin 23 Juli 2018.
 
Strategi pemerintahan Trump tampak sederhana: untuk mengeksploitasi ketegangan yang sudah berkembang dalam masyarakat Iran yang sedang diperburuk oleh sanksi baru AS yang memaksa beberapa perusahaan asing untuk pergi.
 
Ada serangkaian protes anti-pemerintah di Iran dalam beberapa bulan terakhir. Protes didorong oleh berbagai masalah dan kekhawatiran yang berbeda.
 
Pihak Kementerian Luar Negeri lebih singkat mengatakan Pompeo berencana untuk mendukung "tuntutan sah dari rakyat Iran, terutama tuntutan ekonomi mereka untuk kehidupan yang lebih baik."
 
Behnam Ben Taleblu dari Foundation for Defense of Democracies (FDD), menegaskan Pompeo dan Pemerintah AS dapat melakukan lebih dari sekedar dukungan retoris kepada pedemo Iran.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close