Internasional

Menlu RI Jadikan Isu Palestina Agenda Utama di PBB

Menlu Retno Marsudi (kiri) berdiskusi dengan Menlu Yunani Nikos Kotzias di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, 24 September 2018. (Foto: Kemenlu RI)

New York: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara dan organisasi internasional di sela-sela rangkaian pertemuan Sidang Majelis Umum (SMU) ke-73 PBB di New York, Amerika Serikat, Senin 24 September 2018.

Menlu Retno bertemu Menlu Arab Saudi Adel AL Jubeir; Menlu Yunani Nikos Kotzias; Menlu dan Perdagangan Kep. Solomon Milner Tozaka; Menlu Sudan Al-Dirdeeri Mohammed Ahmed; Menlu Kolombia Holmes Trujillo Garcia; dan Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit.

Dalam setiap pertemuan bilateral, Menlu RI terus membawa agenda Palestina untuk dibahas bersama para mitra kerja. 

"Saat ini, dunia harus memberikan perhatian lebih terhadap masa depan Two-State Solution untuk Palestina," ujar Menlu Retno, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Two-State Solution merujuk pada Solusi Dua Negara dalam konflik berkepanjangan antara Israel dengan Palestina.

Isu Palestina ini dibahas lebih mendalam dalam diskusi antara Menlu Retno dengan Menlu Arab Saudi dan Sekjen Liga Arab.

Baca: Indonesia Minta PBB Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

Sementara dalam pertemuan Menlu Retno dengan Menlu Yunani, keduanya menandatangani perjanjian bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas. 

"Perjanjian ini merupakan langkah konkret pemajuan kerja sama bilateral antara kedua negara. Saya berharap perjanjian bebas visa ini dapat mendorong lebih banyak lagi kunjungan kerja di tingkat yang lebih tinggi antara Indonesia dan Yunani," ucap Menlu Retno.


Penandatanganan perjanjian bebas visa antara RI dengan Yunani. (Foto: Kemenlu RI)

Kerja sama dan saling mengunjungi secara resmi antara Indonesia dan Yunani telah berjalan baik selama ini. Sebagai sesama negara maritim, Indonesia dan Yunani sama-sama memiliki kepentingan untuk meningkatkan keamanan laut dan mengembangkan pengembangan ekonomi di bidang kelautan. 

Dalam pertemuannya dengan Menlu Sudan dan Kolombia, Menlu Retno menegaskan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan. 

Pada pertemuan dengan Menlu Sudan, Menlu Retno membahas mengenai peningkatan ekonomi terutama di sektor pertanian. Delegasi bisnis Indonesia telah berkunjung ke Sudan pada Agustus lalu untuk menjajaki investasi dalam sektor tersebut. 

Indonesia menyambut baik keinginan Kolombia untuk bergabung dengan Council on Palm Oil Producing Countries (CPOPC), yang diinisasi beberapa negara termasuk RI.


Menlu Retno (kiri) dengan Menlu Kolombia Holmes Trujillo Garcia. (Foto: Kemenlu RI)

"Bergabungnya Kolombia dalam CPOPC akan memperkuat upaya kita untuk mengembangkan industri kelapa sawit dan memberikan persepsi tepat terhadap produk kelapa sawit," kata Menlu RI. 

Menlu RI dan Menlu Kep.Solomon sepakat mempererat kerja sama kedua negara yang akan memperingati 35 tahun hubungan bilateralnya tahun ini. 

"Indonesia siap menjadi mitra pembangunan Kep.Solomon melalui program peningkatan kapasitas, pelatihan dan beasiswa pendidikan kepada masyarakat Kep. Solomon," tutur Menlu Retno

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close