Internasional

Menlu RI: MIKTA Harus Jadi Pembangun Jembatan di Tingkat Global

Para Menlu MIKTA di sela pertemuan Sidang Majelis Umum PBB. (Foto: Dok. Kemenlu RI).

New York: Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi memimpin pertemuan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia (MIKTA) ke-13 di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-73. Retno mengatakan MIKTA harus memperluas keterlibatannya di dunia.

"MIKTA telah berumur lima tahun, dan seperti anak yang berusia sama, sudah saatnya MIKTA memperluas keterlibatannya dengan dunia. MIKTA harus menjadi sebagai 'bridge builder' antara negara maju dengan negara berkembang, serta berperan aktif selaku 'consensus maker' di tingkat global," katanya di New York, Amerika Serikat (AS), Jumat, 28 September 2018.

Para menlu MIKTA menyepakati pernyataan yang berisikan posisi bersama terkait isu-isu yang dibahas dalam MIKTA selama lima tahun. Para menlu membahas mengenai penyelundupan dan perdagangan orang dan beberapa isu mengenai kejahatan transnasional.

Selain itu, perkembangan di Semenanjung Korea, kondisi di Timur Tengah dan krisis migrasi di Amerika Selatan juga menjadi bahasan para menteri.

MIKTA mengapresiasi langkah Indonesia dalam menangani migrasi di kawasan dan melawan terorisme. "Indonesia berpandangan bahwa prinsip burden sharing dan collective responsibility hendaknya menjadi dasar dalam penanggulangan isu irregullar migration," imbuh Retno.

Pertemuan ini adalah pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri Kedua yang diselenggarakan oleh Indonesia selaku koordinator MIKTA tahun 2018. Selama keketuaan Indonesia, MIKTA telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya 8 official meetings, 5 workshops, 4 outreach programs, 1 cultural activities, serta mengeluarkan sejumlah joint statements dan outcome documents.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close