Nasional

Menristekdikti Minta PTNBH Hilirisasi Penelitian dengan Industri

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong agar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) terus meningkatkan daya saing Internasional atau peringkat dunia dengan menghilirisasikan penemuan atau hasil penelitiannya kepada industri dan pebisnis.

“Banyak inovasi yang berasal dari perguruan tinggi dan untuk itu saya sangat mengapresiasi upayanya. Walaupun demikian, masalahnya adalah dalam hal melepas patennya pada industri, rata-rata peneliti berkeberatan. Bahkan ada peneliti/inventor yang mencoba membuat usaha sendiri, tapi tidak berkembang. Karena memang tidak mudah menjalankan dwi fungsi sekaligus menjadi peneliti dan pebisnis,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir di Jakarta, Jumat (21/06/2019).

Menristekdikti menyatakan peneliti yang belum mampu mengelola bisnis dari patennya, sebaiknya memberikan patennya kepada industri ketimbang harus mengurus aspek bisnis dari patennya sendiri, selama royalti yang diterima layak.

“Para peneliti di perguruan tinggi sebagian besar belum memiliki kemampuan dalam bisnis, sebaiknya serahkan pada pebisnis, pada industri agar hasil inovasi dapat dihilirisasikan dan di produksi secara massal untuk memenuhi permintaan pasar (masyarakat). Jangan seluruh proses dipegang sendiri. Ternyata setelah dikuasai sendiri, toh, tidak berkembang juga,” ungkap Menteri Nasir.

Menristekdikti Mohamad Nasir juga melihat negara-negara maju di dunia, yang pertumbuhan ekonominya tinggi, pasti memiliki perguruan tinggi yang berkualitas. Menristekdikti meminta PTNBH terus meningkatkan kualitasnya melalui penciptaan inovasi-inovasi unggul yang dapat bernilai ekonomi dan komersial, untuk meningkatkan status Indonesia yang sekarang masih berada di ujung middle income trap (negara dalam kategori berpenghasilan menengah), menuju ke negara berpenghasilan tinggi (high income countries) di masa depan.

“Harapannya kualitas perguruan tinggi semakin meningkat, riset, teknologi dan inovasi nya semakin baik, sehingga secara paralel akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi semakin baik. Di dalam pertumbuhan ekonomi kita, jauh di masa lalu kita di berada di ranah permulaan middle income trap zonasi, tapi sekarang berangsur-angsur sudah menuju ke arah negara dengan high middle income,” ungkap Menteri Nasir.

Faktor penentu dari negara yang mempunyai keunggulan, yaitu adalah banyaknya inovasi di segala sektor pembangunan. Ini hal penting supaya Indonesia menjadi negara yang ekonominya berdasarkan inovasi, bukan negara yang tumbuh secara alami dan hanya berdasarkan memanfaat sumber daya alam (SDA) yang suatu saat dapat punah (habis).

“Sekali lagi, pembangunan harus berdasarkan iptek dan inovasi, berlandaskan kreativitas anak bangsa,” tambah dia. (TRA)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close