INDOPOLITIKAMenteri Sosial Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa lebih dari 8 juta Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah dihapus dari data penerima bantuan karena terbukti mampu secara ekonomi.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pada periode Mei-Juni, sebanyak 8.261.801 penerima PBI dikeluarkan dari daftar. Selanjutnya, kuota PBI tersebut didistribusikan ulang di daerah dengan memperhatikan proporsi jumlah penduduk miskin.

ā€œMereka yang dikeluarkan digantikan oleh penerima dari kelompok desil 1, terutama mereka yang termasuk kategori miskin ekstrem dan miskin,ā€ ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Ia juga mengakui masih banyak bantuan sosial yang kurang tepat sasaran. Untuk itu, perbaikan data penerima bantuan telah dilakukan sejak diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

ā€œBantuan sosial dan subsidi yang kami salurkan memang masih banyak yang tidak tepat sasaran, hal ini juga diakui oleh berbagai pihak. Kami pun merasakan adanya ketidaktepatan tersebut, termasuk untuk PBI, di mana jumlah penerima yang tidak tepat mencapai lebih dari 7 juta, kemudian ditambah 800 ribu sehingga totalnya lebih dari 8 juta,ā€ jelasnya.

ā€œOleh karena itu, kami melakukan pengalihan kuota dengan tetap mempertahankan jumlah penerima, namun dialihkan kepada mereka yang dianggap lebih berhak dibandingkan sebelumnya,ā€ tutupnya.(Hny)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com