NasionalPemerintahan

Marwan Jafar: Pembangunan Desa Perkokoh Perekonomian Nasional

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, berupaya keras agar desa menjadi tempat penghidupan masyarakat. “Program – program kita buat. Dana juga akan digelontorkan,” imbuhnya.

Semua ini untuk memperkuat pembangunan desa agar mampu memperkokoh perekonomian nasional. Desa, menurutnya, adalah entitas negara yang tak boleh diabaikan. Perhatian pemerintah terhadap desa akan lebih dimaksimalkan dalam bentuk pembangunan ekonomi dan berbagai perencanaan yang matang.

Pembangunan desa harus menekan angka urbanisasi. Masyarakat nantinya tak perlu lagi ke kota untuk mencari penghidupan‎.

‎Di tempat terpisah, Guru Besar Agro Industri Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Maksum Mahfudz‎, menyatakan desa sudah harus siap menyerap potensi yang ada untuk memaksimalkan sumber daya masyarakat. “Program pembinaan masyarakat sudah pasti harus dimaksimalkan,” jelas Maksum, Selasa (27/1).

Pembinaan ini dilakukan dengan didasari sejumlah prinsip. Pertama adalah keadilan ekonomi. Setiap rakyat Indonesia berhak mengalami kemajuan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan. Termasuk didalamnya masyarakat desa. Mereka tidak boleh ditinggalkan untuk mengalami peningkatan taraf hidup lebih baik.

Kedua, jujur dalam mengelola pembangunan desa. Dana yang digelontorkan pemerintah harus digunakan dengan baik. Semuanya dilakukan dengan jujur dan amanah. “Jangan sampai menyalahgunakan anggaran sehingga menghambat pembangunan desa,” imbuh Maksum. Ketiga adalah prinsip kebersamaan. Harus saling tolong menolong dalam hidup. Jangan sampai mengedepankan egoisme yang berdampak kepada pengabaian kelompok masyarakat tertentu.

Maksum menjelaskan, selama ini desa menjadi entitas yang diabaikan. Pembangunan hanya terjadi di kota. Sedangkan desa hanya dijadikan sapi perah untuk menghidupi. Masyarakat kota. “Ini tak boleh terjadi lagi,” imbuhnya. Dengan pembangunan desa, jelas Maksum, Indonesia akan mampu mewujudkan kedaulatan pangan. Tak perlu lagi impor beras. Sumber daya masyarakat akan lebih dimanfaatkan membangun desa. Mereka tak perlu lagi menjadi TKI yang banyak mengalami penyiksaan dan penganiayaan.‎ (Ind)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close