Diminta Secepatnya Mengeksekusi Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Kekerasan Seksual

Menteri Yohana: IDI Harus Tunduk Pada UU

  • Whatsapp
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise

INDOPOLITIKA- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menjelaskan, pemberatan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak berupa kebiri melalui suntik kimia sudah final dan mengikat. Pemberatan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak, menurut Yohana, merupakan peringatan bagi para pelaku lainnya.

“Pemberatan hukuman tertuang dalam undang-undang yang sudah final dan semua pihak harus tunduk pada ketentuan undang-undang tersebut,” kata Yohana di Jakarta, Rabu (28/8)

Baca Juga:

Undang-Undang yang dimaksud Yohana adalah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Karena itu, Yohana memuji majelis hakim Pengadilan Negeri Mojokerto yang menjatuhkan vonis dengan pemberatan hukuman bagi terdakwa kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Sembilan anak di Mojokerto menjadi korban kejahatan seksual, dicabuli. Pengadilan Negeri Mojokereto adalah pengadilan yang pertama kali mengeluarkan keputusan penjatuhan hukuman tambahan. Saya mengapresiasi itu,” tuturnya.

Yohana mengakui memang penerapan pemberatan hukuman berupa kebiri kimia ditentang oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Namun ketentuan terkait hukum kebiri bagi pelaku kekerasan seksual sudah diundangkan maka IDI sebagai lembaga yang berwenang menjalankan putusan itu wajib mengeksekusi secepatanya.

“Undang-Undang tersebut sudah cukup kuat. IDI harus tunduk pada undang-undang. Kalau melawan berarti melanggar undang-undang,” katanya.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 merupakan wujud perlindungan negara kepada anak-anak yang rentan menjadi korban kekerasan. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *