Miliki Tiga Wajah, Menteri Yasonna tak Bisa Memisahkannya

  • Whatsapp
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly

Terlebih, ahli kriminologi berusaha terus menerus mencari hubungan kemiskinan dengan perbuatan kriminalitas. Di ukessay.com menyatakan para ahli kriminologi belum mendapatkan kepastian tentang itu. Syahganda menyampaikan literatur yang dibahas di website itu, ada  3 hal penting yang menyebabkan kriminalitas yaitu disadvantaged neighborhoods, criminal opportunity and social disorganization, unemployment,” paparnya.

“Professor Richard Rosenfeld dari University of Missouri-St Louis, mengatakan poverty and crime have a nuanced relationship. Rosenfeld melihat kemiskinan bukan faktor tunggal menciptakan kriminalitas, hanya mempunyai hubungan tipis. Namun kemiskinan memberi situasi buruk ke arah kriminalitas. Menurutnya, having less wealth puts a strain on individuals and families, and the added stress of living in poverty can sometimes lead people to commit crimes to get cash,” ujar Syahganda.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh Syahganda mengingatkan banyak para tokoh negara maupun orang sukses yang besar di Tanjung Priok. Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin dan mantan menteri BUMN Sugiharto adalah dua contoh orang Priok yang sukses. Sugiharto adalah penjual tiket karcis bioskop di masa kecilnya. Saat ini dia menguasai saham Jababeka, salah satu  perusahaan kawasan industri terbesar di Indonesia. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dan Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik adalah contoh lain dari orang sukses asal Tanjung Priok.

Sebelumnya, Yasonna ketika berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis, 16 Januari 2020 mengatakan kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Ia mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Ia meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

Pernyataan Yasonna atas stigmatisasi Tanjung Priok membuat berang Ahmad Sahroni yang meminta Yasonna mengeluarkan pernyataan tak berbasis data usang. Ia membeberkan, berdasarkan data BPS, Tanjung Priok saat ini bukan lagi daerah kumuh dan premanisme. Terpenting, Tanjung Priok memiliki pelabuhan tersibuk dan menjadi barometer perekonomian Indonesia. Lebih dari 30% komoditi Non-Migas Indonesia serta 50% dari seluruh arus barang yang keluar-masuk Indonesia melewati pelabuhan ini dengan aman tanpa harus takut ancaman kriminal seperti di masa lalu.

Data BPS terkait indeks Kerawanan keamanan dan ketertiban wilayah DKI Jakarta 2019 mengungkap bahwa Kelurahan Tanjung Priok 2019 berada di level lebih rendah dibanding Menteng, di mana Priok berada di angka 12,83 persen berbanding Menteng dengan angka 15,58 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *