Militer China Makin Agresif, Menlu Taiwan Bersumpah Akan Berjuang Hingga Hari Terakhir Jika Diserang

  • Whatsapp
Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu. Foto: CNA

INDOPOLITIKA.COM – Di tengah manuver militer China yang semakin agresif melalui udara dan laut, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu berjanji bahwa negara itu akan mempertahankan diri hingga “hari terakhir”.

Seperti diketahui, pada Senin (5/4/2021) Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengumumkan bahwa kelompok pertempuran kapal induk yang dipimpin oleh Liaoning sedang melakukan latihan di dekat Taiwan dan mengklaim bahwa latihan tersebut akan dilakukan “secara teratur di masa depan”.

Berita Lainnya

Dilansir dari Taiwan News, dalam koordinasi yang jelas dengan kelompok pengangkut, 15 pesawat militer China, termasuk 12 jet tempur pada hari Rabu, masuk ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Sebelum pertemuan dadakan dengan wartawan di Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada Rabu, Menteri Luar Negeri Joseph Wu mengatakan bahwa dari “pemahaman terbatas para pembuat keputusan Amerika” yang memantau situasi di daerah tersebut, “mereka dengan jelas melihat bahaya kemungkinan China melancarkan serangan terhadap Taiwan,” lapor Reuters.

Jika serangan seperti itu terjadi, Wu bersumpah akan berperang jika memang situasinya mengharuskan perang. “Kami bersedia membela diri tanpa pertanyaan, dan kami akan berperang jika kami perlu berperang,” tegasnya.

Dia kemudian menambahkan, “Dan jika kita perlu mempertahankan diri kita sendiri sampai hari terakhir, kita akan membela diri kita sendiri sampai hari terakhir,” tambahnya.

Untuk mempersiapkan kemungkinan seperti itu, Wu mengatakan Taiwan bermaksud membangun kekuatan militernya dan mengalokasikan lebih banyak dana untuk pertahanan.

Menteri menegaskan bahwa pertahanan Taiwan adalah tanggung jawab pihaknya. Dia kemudian berjanji untuk mencari setiap jalan yang mungkin untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara.

Sebelum pertemuan Komite Pertahanan Luar Negeri dan Nasional pada Kamis (8/4/2021), Wu mengatakan kepada media bahwa ketegangan telah meningkat di Selat Taiwan selama beberapa waktu.

Dia menegaskan bahwa adalah “tanggung jawab pemerintah untuk terus memantau ancaman dari musuh,” lapor Liberty Times.

Wu memuji Kementerian Pertahanan Nasional karena melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dia kemudian menekankan bahwa orang Taiwan harus memiliki tekad untuk membela diri. [ind]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *