Minyak Bocor Di Karawang, KLHK Belum Mau Sebut Aktor Dibalik Kejadian

  • Whatsapp
Tumpahan Minyak Di Karawang

JAKARTA, INDOPOLITIKA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum ingin menyebut dalang dari Kebocoran Minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Karawang, Jawa Barat.

Sebab, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan secara mendalam.

Berita Lainnya

“Belum tahu, saya tidak berani bicara itu perusahaan X atau lain sebagainya itu harus dicek karena minyak itu kan juga bisa dicek fingerprint-nya. Jadi, kita bisa tahu bahwa minyak itu berasal dari mana tapi kita belum sampai ke situ,” kata Vivien kepada awak media di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (28/7).

Vivien pun kembali menegaskan bahwa KLHK sampai saat ini tengah melakukan deliniasi (penarikan garis batas sementara suatu objek atau wilayah) untuk dilakukan pemulihan pasca kebocoran minyak itu.

Selain itu, KLHK juga tengah mengukur dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dan akan segera melakukan pemulihan terhadap wilayah yang tercemar limbah minyak.

“Tim dari KLHK pertama sedang melakukan penanggulangan, yang kedua kita lagi ngecek dengan cara melakukan deliniasi untuk dilakukan pemulihan. Jadi ngecek pencemarannya sampai seberapa karena setelah itu harus dilakukan pemulihan,” jelas Vivien.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK M. R. Karliansyah telah meminta Pertamina untuk segera melakukan penanganan kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di Karawang, Jawa Barat.

KLHK meminta Pertamina untuk menutup kebocoran gas dan minyak keluar, dengan cara memasang sumbatan semen atau gripwell agar kebocoran tidak melebar.

Sebab, KLHK khawatir jika tidak ditangani segera maka tumpahan minyak tersebut bisa makin parah mencemari lingkungan.

Sementara itu PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengatakan gelembung gas terjadi di sekitar anjungan lepas pantai YYA, Blok Migas Offshore North West Java (ONWJ) yang terletak sekitar 2 kilometer dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Menurut Vice President Relations PHE Ifki Sukarya, insiden bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat (12/7) lalu.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *