Miris, Gara-gara Helmy Dipecat Tunjangan Pegawai TVRI Terancam Terkatung-katung

  • Whatsapp
Dirut TVRI, Helmy Yahya.

INDOPOLITIKA.COM- Keputusan pemecatan Dirut LPP TVRI Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI memicu kemelut di tubuh lembaga penyiaran plat merah itu. Soalnya, pasca pemecatan Helmy Yahya, seluruh direksi dan 14 perwakilan TVRI se Indonesia menyampaikan mosi tidak percaya kepada Dewas.

Pembacaan mosi tidak percaya kepada Dewas LPP TVRI, dilaksanakan seusai konferensi pers oleh direksi TVRI yang juga dihadiri Helmy Yahya, di Restoran Pulau Dua, Kompleks Taman Ria Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/01/2020).

Baca juga:

Kepala Seksi Pemberitaan TVRI Agil Samal yang mewakili 14 stasiun TVRI dan karyawan-karyawati, menganggap surat pemberhentian Helmy Yahya yang dikeluarkan oleh Dewas pada Kamis (16/01/2020) bentuk tindak semena-mena dan subyektif.

Selain itu, lanjut Agil, Dewas tidak pernah melihat pencapaian Direksi yang mampu mengangkat harkat dan martabat TVRI sebagai sebuah stasiun televisi yang layak ditonton. Dewas berniat ingin mengerdilkan kembali TVRI.

Menurut Agil, pemberhentian Helmy Yahya berpotensi menghambat perjalanan pembayaran tunjangan kinerja (tukin) yang sudah ditandatangani Presiden Jokowi.

Sebab, dijelaskan Agil, dalam struktur daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) TVRI ada pos pembayaran tunjangan. Sayangnya pos tersebut bilangan angkanya masih kosong. Karena masih kosong maka perlu pergeseran/revisi sehingga perlu persetujuan dari pelaksana anggaran (PA) dalam hal ini dirut TVRI.

Kini Dirut TVRI Helmy Yahya sudah dipecat. Praktis itu menjadi hambatan untuk pencairan tukin bagi pegawai. Sementara proses pengajuan dirut definitif baru memerlukan waktu yang cukup panjang. Belum lagi jika proses pemberhentian ini ada perlawanan dari Helmy Yahya ke ranah hukum.

Maka selama proses hukum belum bisa mengangkat dirut baru. Praktis tukin untuk pegawai belum bisa dicairkan selama dirut definitfnya belum ada.

“Persetujuan revisi tidak bisa oleh Plt. Sehingga menunggu Dirut yang baru. Oleh karena itu, bersama pernyataan ini kami sampaikan MOSI TIDAK PERCAYA KEPADA DEWAN PENGAWAS LPP TVRI.” ujar Agil dalam rilis via whatshap kepada awak media Jumat (17/01/2020).[sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *