Miskomunikasi, Alasan Bantuan Bupati Jember Untuk Santri Ditarik Lagi

  • Whatsapp
Bantuan untuk santri Asrama Ma’had Baitul Ilmi di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diserahkan penuh. Foto: Pemkab Jember.

INDOPOLITIKA.COM – Bantuan Bupati Faida untuk korban banjir yang diberikannya secara langsung kepada santri Asrama Ma’had Baitul Ilmi di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (7/2) pekan lalu, memicu kehebohan, terutama di media-media sosial. Hal itu dipicu bantuan ditarik kembali selepas Bupati Faida pulang.

Meredam polemik berkepanjangan, Camat Kaliwates, Asrah Joyo Wardono lantas memberikan klarifikasi, terkait hal tersebut. Dalam klarifikasinya, Asrah menyebut adanya miskomunikasi terkait kejadian ini.

Bacaan Lainnya

“Yang benar adalah distribusi bantuan kepada korban yang terdata sesuai yang ada kartu keluarga, yang sudah terkumpul di BPBD Jember,” katanya melansir jemberkab.go.id, Senin, (17/2/2020).

Asrah menjelaskan, pada saat itu para mahasiswa yang berasal dari luar Jember tersebut belum terdata dengan lampiran KK. “Karena bantuan yang diberikan oleh BPBD saat itu menggunakan KK,” katanya.

Pengasuh pondok juga tidak bertempat tinggal di pondok tersebut. Selain itu, bangunan pondok tersebut ngontrak di salah satu rumah warga. “Lha pemiliknya juga tidak di situ,” ujarnya.

Namun demikian, Bupati tetap memberikan bantuan kepada mahasiswa. Saat itu diberikan lima paket. Selebihnya akan diberikan kemudian. Pada hari berikutnya, atas inisiatif RT 01 RW 06, untuk sementara diambil tiga paket untuk memenuhi warga atau korban yangg terdata dengan KK.

Saat itu, pihak RT juga menyampaikan kepada pengasuh pondok, bahwa kekuranganya yang 16 paket akan dikoordinasikan dengan camat dan BPBD untuk memenuhinya. “Saat ini kekurangan bantuan ke ponpes tersebut sudah terpenuhi sejumlah 18 santri,” tegasnya.

Sebelumnya Heboh Bantuan Ditarik Kembali

Pada Jumat, (7/2/2020), Bupati Faida datang ke dua rukun tetangga di Mangli yang terkena banjir. Dia menyerahkan 40 paket sembako, 40 kasur lipat, selimut, dan nasi bungkus.

Perempuan berjilbab itu juga sempat mampir ke Baitul Ilmi yang diasuh Mastur, seorang dosen Institut Islam Negeri Jember. Ia didampingi sejumlah pejabat kecamatan dan kelurahan.

“Pagi itu saya waktu mengecek asrama, ada ramai-ramai. Ternyata ada bupati datang. Setelah Bu Faida ke tempat kami, terjadi dialog. Dalam dialog itu, beliau memberikan bantuan berupa kasur, selimut, dan sembako,” kata Mastur, warga setempat, seperti dikutip dari Beritajatim.com, Senin (17/2/2020).

Mastur mengatakan, ada 18 orang santri yang tinggal di asrama tersebut. Kemudian Bupati Faida mengatakan kepada anak buahnya, “Ya sudah, kasih satu-satu.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *