INDOPOLITIKA.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyemai 18,4 ton garam dalam menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Jawa Barat sejak Senin (26/12).

Kegiatan TMC itu dilakukan dengan bantuan dua unit pesawat Cassa dari TNI Angkatan Udara (AU).

“Kami beroperasi dari Posko Halim Perdanakusuma dengan dukungan dua unit pesawat Cassa dari TNI AU Squadron 4 Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang. Hari ini total sorties 23 kali dengan total bahan semai sekitar 18,4 ton,” ujar Koordinator Laboratorium TMC BRIN Budi Harsoyo dalam konferensi pers, Jumat (30/12).

Sementara itu, sejak pagi hingga sore hari ini, BRIN telah melakukan enam aktivitas penyemaian garam yang diarahkan ke wilayah perairan Selat Sunda dan arah laut Jawa.

Masih ada satu lagi aktivitas penyemaian garam. Mulai hari ini, penerapan TMC juga mulai mencakup wilayah DKI Jakarta.

“Mulai hari ini, kami mulai cover wilayah Provinsi DKI Jakarta. Sebelumnya, sejak tanggal 26 hanya di Jabar. Namun, karena DKI sudah keluarkan siaga darurat sejak kemarin, maka mulai hari ini kedua wilayah itu kami cover dari Halim,” kata Budi.

BRIN pun menunggu surat dari BNPB untuk menerapkan TMC di wilayah Jawa Timur jika sudah berstatus siaga darurat.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan juga menyampaikan penerapan TMC di wilayah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali kemungkinan akan beroperasi dalam satu atau dua hari ini.

Fajar juga mengklaim penerapan TMC sejauh ini telah berhasil mereduksi curah hujan yang sebelumnya diprediksi bakal ekstrem.

“TMC oleh BRIN Alhamdulillah terbukti mereduksi curah hujan yang diramalkan ekstrem hari ini, tidak terjadi,” kata dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi cuaca buruk di akhir tahun 2022 hingga awal tahun nanti di sejumlah wilayah.

Presiden Joko Widodo pun meminta masyarakat selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

BNPB mengingatkan masyarakat tidak ngotot pergi berwisata atau liburan akhir tahun apabila cuaca ekstrem, seperti hujan deras, banjir, dan badai.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan masyarakat harus waspada bencana dan mengutamakan keselamatan saat liburan akhir tahun.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com