Pemerintahan

Moeldoko Apresiasi Pendampingan Petani ala Bina Swadaya

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, menerima Bambang Ismawan dan Tim Bina Swadaya terkait Gerakan Restorasi Desa, di Bina Graha, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Gerakan ini ingin mengubah marginalisasi desa menjadi desa yang mandiri dan maju. Di mana warganya berswadaya, rukun, dan sejahtera. Untuk sampai ke sana perlu dibangun solidaritas kelembagaan dengan keuangan mandiri, memperkuat produksi dan pemasaran, serta menggunakan teknologi tepat guna.

Salah satu hal yang ingin dicapai adalah memperjuangkan inklusif development system. Yang mengandaikan, bahwa sumber daya cukup dan mengedepankan kerja sama, serta modal utama adalah manusia. Di mana kelestarian lingkungan menjadi sikap dasar.

desa3Sistem tersebut berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang mengedepankan strategi persaingan dalam mengolah sumber daya alam yang terbatas.

“Semuanya kami selenggarakan dengan kerjasama berbagai pihak. Intinya yang kami lakukan adalah pemberdayaan masyarakat secara total,” ungkap Bambang.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bina Swadaya dan ke depannya bisa bekerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. “Yang penting buat satu model dan berikan pendampingan,” ujarnya.

Moeldoko lantas memberi contoh bagaimana, hal tersebut juga telah dikerjakan di Sukabumi. “Kita secara integrated juga melakukan dalam skala kecil tapi riil, uji coba. Kita kasih benih ayam, kasih makanannya. Hasilnya kita ambil berdasar persentase.”

desa1

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close